pemkab muba pemkab muba pemkab muba
Cek Fakta

CEK FAKTA: [SALAH] Seorang Anak di Palembang Aniaya Orangtua Karena Beda Pendapat Saat Nonton Debat Capres

33
×

CEK FAKTA: [SALAH] Seorang Anak di Palembang Aniaya Orangtua Karena Beda Pendapat Saat Nonton Debat Capres

Sebarkan artikel ini
pemkab muba

BERITAMUSI – Beredar postingan di akun media sosial Instagram @palembang.update poster dengan tulisan “Seorang Anak di Palembang Aniaya Kedua Orangtuanya Karena Beda Pendapat Saat Nonton Debat Capres” pada Selasa (06/02/2024).

Kejadian yang dialami oleh pasangan suami istri di Palembang Sumatera Selatan, Marsup (49) dan Nurmala Dewi (45) dianiaya anak kandungnya, AD (28), saat menonton debat capres di televisi.

Akibat penganiayaan tersebut, korban telah membuat laporan ke pengaduan SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polrestabes Palembang, Senin (5/2/2024).

Dalam laporannya, disebutkan saat itu, korban dan pelaku sedang nonton debat calon presiden (capres) di televisi. Diduga lantaran beda pendapat, Pasutri ini bertengkar dengan sang anak (cek-cok mulut-red). Nurmala Dewi langsung mematikan televisi dan menyuruh anaknya tidur.

“Pasal sepele, katanya mereka habis nonton debat capres, lalu bertengkar cek-cok mulut. Setelah ibu menyuruh AD untuk tidur dan ibunya matikan televisi, tidak terima anaknya langsung memukul bapak dan ibunya,” ungkap petugas SPKT, seperti cerita Nurmala Dewi saat melapor.

Sementara, laporan korban telah diterima dengan nomor polisi LP/B/303/II/2024/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel dan akan segera ditindaklanjuti anggota piket reskrim.

Dalam konten tersebut disertai keterangan yang lengkap, keterangan tersebut dikutip dari media massa tribunews.com yang berisi informasi terkait kejadian. Di dalam caption pada konten tersebut tertulis penganiayaan terjadi di rumahnya di Jalan KH Azhari Lorong Keramat Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I Palembang, Minggu (4/2/2024) sekitar pukul 22.00 WIB.

HASIL CEK FAKTA

Namun, berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Palembang AKBP Haris Dinzah membantah informasi yang beredar dan meluruskan informasi tersebut bahwa adanya laporan penganiayaan bukan karena perbedaan pendapat tentang debat Capres. Penganiayaan oleh AD dilakukan karena tersinggung dengan perkataan dan tindakan orang tuanya.

“Bukan masalah pemilihan Capres menurut orangtuanya, namun tersinggung perkataan yang menyebabkan anaknya emosi dan melakukan penganiayaan” ujar Haris.

Kejadian itu berawal Marsup menyuruh anaknya (AD) yang sedang menonton TV untuk tidur, lantaran harus mengantar cucu sekolah besok. Kemudian, Nurmala Dewi mematikan TV dan lampu rumah, lalu AD pun marah.

“Tidak bisa apa tunggu sebentar lagi? Sengsara jadi orang miskin, enak jadi orang kaya” umpat AD.

Sambil berlalu AD mengatakan “katanya bapak sakit tapi kok gak mati-mati?” lanjut AD.

Mendengar itu Marsup menjawab “pergilah kamu dari rumah ini!” ujarnya.

Akhirnya AD emosi dan memukul Marsup di bagian pipi kiri 1 kali dan di dahi 2 kali. Melihat itu, Nurmala Dewi melerai lalu terkena pukulan. Setelah itu AD pun pergi dan belum kembali lagi sampai orangtua AD melapor ke polisi.

Kesimpulan

Konten mengenai penganiayaan yang dilakukan seorang anak di Palembang terhadap orangtuanya benar terjadi, namun narasi dan konteksnya keliru. Penganiayaan tersebut terjadi bukan karena perbedaan pendapat ketika nonton debat Capres-Cawapres tetapi karena AD tersinggung dengan perkataan dan sikap orang tuanya.

Rujukan

https://www.instagram.com/p/C2_nY-XR0YS/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

https://www.kompas.com/tren/read/2024/02/08/183000665/anak-di-palembang-aniaya-orangtua-usai-nonton-debat-capres?page=all

https://www.tribunnews.com/regional/2024/02/06/seorang-anak-di-palembang-aniaya-kedua-orangtuanya-karena-beda-pendapat-saat-nonton-debat-capres

https://sumsel.tribunnews.com/2024/02/08/polisi-bantah-anak-di-palembang-aniaya-orangtua-gegara-debat-capres-2024-terungkap-fakta-sebenarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *