pemkab muba pemkab muba pemkab muba pemkab muba
Kesehatan

Bahaya! Stunting Menjadi Permasalahan Serius di Kawasan Lahan Basah

308
×

Bahaya! Stunting Menjadi Permasalahan Serius di Kawasan Lahan Basah

Sebarkan artikel ini
pemkab muba

BERITAMUSI – Lahan basah meliputi daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan. Lahan basah memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena lahan basah menjadi cadangan air bersih di dalam tanah bagi manusia. Namun, apabila lahan basah tidak terkontrol dengan baik dapat menimbulkan masalah seperti kelangkaan air bersih akibat pencemaran dari beberapa faktor.

Sebagian masyarakat yang tinggal di wilayah lahan basah menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti minum, memasak, hingga mandi. Hal ini menjadi penyebab timbulnya berbagai masalah, salah satunya stunting pada anak.

Kenali Stunting Pada Anak

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat karena kekurangan gizi dan masalah kesehatan selama kehamilan dan setelah kelahiran. Hal ini dapat berdampak pada perkembangan intelektual anak, termasuk kesulitan dalam pemecahan masalah, berpikir logis, dan memperoleh pengetahuan di masa depan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menegaskan kepada masyarakat mengenai urgensi mengatasi stunting sejak dini. Pencegahan stunting dapat dimulai sebelum ibu hamil, bahkan selama kehamilan. Dalam sebuah pernyataan pers pada akhir Oktober 2023, beliau menyoroti pentingnya memastikan kesehatan dan asupan gizi yang memadai bagi anak-anak setelah proses kelahiran.

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Stunting?

Ada dua faktor utama yang mempengaruhi stunting, yaitu faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung meliputi kurangnya asupan gizi dan infeksi penyakit pada tubuh anak. Sementara faktor tidak langsung melibatkan gaya hidup, termasuk pola makan dan lingkungan yang tidak sehat. Semua ini dapat menyebabkan pertumbuhan anak terhambat. Kekurangan gizi, anemia, dan kurangnya pengetahuan sebelum kehamilan juga dapat berperan dalam terjadinya stunting.

Kasus Stunting Saat Ini

Prevalensi stunting di Indonesia menurun dari 24,4% menjadi 21,6%. Kementerian Kesehatan merilis hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Seminar Nasional BKKBN pada Rabu (25 Januari), Pada tahun 2021 prevalensi stunting di Indonesia menurun dari 24,4% menjadi 21,6% pada tahun 2022, sedangkan target yang ingin dicapai adalah 14% pada 2024.

Harus diingat bahwa stunting dapat terjadi sejak masa kehamilan. Kekurangan asupan gizi oleh ibu hamil dan kondisi kesehatan ibu yang tidak optimal juga dapat memengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. Oleh karena itu, pengetahuan dan perawatan yang memadai selama masa kehamilan sangat penting dalam mencegah stunting.

Pencegahan Stunting

Selain pengetahuan dan perawatan yang memadai selama masa kehamilan, terdapat beberapa cara untuk meminimalisir kejadian Stunting pada anak antara lain :

  1. Pemberian ASI Eksklusif
  2. Perbaikan Pola Makan Seimbang
  3. Pemenuhan Gizi Sejak Hamil
  4. Memantau Tumbuh Kembang Anak
  5. Pemberian Suplemen Gizi
  6. Menjaga Kebersihan Lingkungan
  7. Menggunakan Jamban Sehat

Dengan melakukan beberapa cara pencegahan stunting seperti di atas, diharapkan kasus stunting di Indonesia dapat berkurang sesuai target yang ingin dicapai dan memastikan pertumbuhan serta perkembangan anak yang optimal sehingga mereka memiliki masa depan yang lebih cerah.

Penulis: Maria Graciela, Jessica Putri Apriesta, Shelly Kiran Kirani, Evrilya Sabrina, Intan Trisna Levia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *