pemkab muba pemkab muba
Palembang

Upaya Konservasi dari Kepunahan, Tantangan dan Harapan Penyelamatan Ekosistem Sungai Musi

110
×

Upaya Konservasi dari Kepunahan, Tantangan dan Harapan Penyelamatan Ekosistem Sungai Musi

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

Oleh : Reni Rentika Waty

Palembang – Sungai Musi bagaikan nadi kehidupan yang mengalir di jantung Sumatera Selatan. Mengalir sepanjang 750 kilometer dari Kepahiang, Bengkulu, hingga muaranya di Selat Bangka, Sungai Musi menjadi saksi bisu sejarah dan budaya Palembang, sekaligus menjadi urat nadi ekonomi bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Lebih dari sekedar perairan, bagi masyarakat Palembang, Sungai Musi adalah bagian dari identitas dan budaya mereka. Sejak zaman dahulu, Sungai Musi telah menjadi jalur perdagangan yang ramai, menghubungkan Palembang dengan berbagai daerah di Sumatera dan bahkan luar negeri.

Kehidupan disepanjang Sungai Musi begitu dinamis. Perahu-perahu tradisional, seperti ketek dan getek, hilir mudik mengantarkan hasil panen, barang dagangan, dan penumpang. Di tepian sungai, rumah-rumah panggung berjejer rapi, menjadi saksi bisu interaksi manusia dengan alam.

Sungai Musi merupakan ekosistem perairan yang kaya dan beragam. Berbagai jenis ikan, seperti belida, baung, selais, dan toman, menjadikan sungai ini sebagai habitatnya. Selain itu, Sungai Musi juga menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna, seperti teratai, eceng gondok, dan burung bangau.

Keragaman hayati di Sungai Musi memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ikan-ikan membantu menjaga populasi plankton dan serangga air, sementara tumbuhan air membantu menjaga kualitas air dan menyediakan habitat bagi berbagai jenis hewan.

Sungai Musi saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti pencemaran air, alih fungsi lahan, dan penangkapan ikan berlebihan. Pencemaran air dari limbah industri dan rumah tangga menjadi ancaman serius bagi kelestarian ekosistem sungai. Akibatnya, populasi ikan di Sungai Musi mengalami penurunan drastis dalam beberapa dekade terakhir. Berbagai spesies, seperti belida, baung, dan selais, terancam punah.

Upaya pelestarian dan pengelolaan Sungai Musi secara berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan kelestariannya di masa depan. Pemerintah, masyarakat, dan industri perlu bekerja sama untuk menjaga kebersihan sungai, melindungi keanekaragaman hayati, dan memanfaatkan sumber daya alamnya secara bertanggung jawab dengan cara penebaran benih ikan dan penetapan kawasan konservasi.

Sebagai upaya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Sungai Musi, 5.000 benih ikan ditebar di perairan tersebut. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kilang Pertamina Plaju dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam program “Belida Musi Lestari”.  Benih ikan yang ditebar terdiri dari berbagai jenis, seperti baung, patin, kapiat, dan tapah, yang merupakan spesies endemik Sungai Musi dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Palembang.

Kegiatan tebar benih ikan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar. Diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian Sungai Musi dan kesejahteraan masyarakat Palembang.

Hal serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang dalam menjaga kelestarian Sungai Musi dengan menebar 2.000 benih ikan patin di sungai tersebut. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 10 Mei 2023, bertempat di Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) hingga Dermaga Riverside.

Penebaran benih ikan patin ini merupakan bagian dari program rutin Dinas Perikanan Kota Palembang untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan populasi ikan di Sungai Musi. Ikan patin dipilih karena memiliki daya tahan yang tinggi dan mudah beradaptasi dengan lingkungan perairan umum.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda yang memimpin kegiatan ini, menekankan pentingnya menjaga kelestarian Sungai Musi sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat. Ia mengimbau agar masyarakat turut menjaga kelestarian sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi ikan di Sungai Musi yang mengalami penurunan akibat pencemaran, penangkapan ikan berlebihan, dan alih fungsi lahan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian Sungai Musi.

Upaya lain yang dilakukan adalah penetapan kawasan konservasi. Kawasan ini menjadi tempat berlindung bagi ikan dan habitatnya. Penangkapan ikan di kawasan konservasi dilarang untuk menjaga kelestarian populasi ikan.

Masyarakat lokal juga memiliki peran penting dalam upaya konservasi. Mereka dilibatkan dalam kegiatan edukasi dan penyadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian Sungai Musi. Penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk mencegah dan menindak pelanggaran ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *