oleh

Kenyamanan Menjadi Kunci Kolaborasi Antar Musisi

Bagi Endah N Rhesa, untuk berkolaborasi dengan musisi selain pasangannya, mereka harus beradaptasi kembali. Salah satu syaratnya ialah kenyamanan. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Bagi Endah N Rhesa, untuk berkolaborasi dengan musisi selain pasangannya, mereka harus beradaptasi kembali. Salah satu syaratnya ialah kenyamanan. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA I Kolaborasi antar musisi lumrah terjadi. Namun terkadang, rencana kolaborasi bisa gagal total lantaran tidak terciptanya rasa kenyamanan di antara mereka.

Endah Widiastuti, salah satu personel dari Endah N Rhesa, sepakat dengan hal tersebut. Hal ini dikarenakan Endah N Rhesa sedang bersiap untuk sebuah konser kolaborasi dengan Dialog Dini Hari.

Di antara kesibukan masing-masing, saat ini mereka tengah berusaha meluangkan waktu untuk menyusun karya kolaborasi.

Panggung kolaborasi itu akan diberi tajuk DDHEAR yang berasal dari singkatan nama band mereka.

DDHEAR akan diselenggarakan pada 7 April mendatang. Tidak hanya konser, DDHEAR juga akan merilis album kompilasi yang berjudul Parahita.

“Sebenarnya kolaborasi itu terjadi tidak sengaja. Saya sendiri dengan Rhesa punya kriteria khusus untuk berkolaborasi, karena kami selalu ingin berkolaborasi dengan musisi yang bisa menghadirkan kenyamanan,” kata Endah, Jum’at (1/4)

Bagi Endah dan Rhesa, kolaborasi bukanlah hal baru, karena pasangan suami istri ini telah lama berkolaborasi karya musik.

Tapi untuk berkolaborasi dengan musisi selain pasangannya, mereka mengaku harus beradaptasi kembali.

“Teman-teman Dialog Dini Hari adalah musisi yang bisa menghadirkan kenyamanan di tengah kami berdua. Ketika kami merasa nyaman, kami bisa melakukan apa pun. Bisa berkolaborasi dari konser sampai sampai bikin lagu baru,” kata Endah

Tidak hanya kenyamanan, perempuan berbadan mungil itu menjelaskan bahwa kesamaan visi dan misi dalam bermusik juga menjadi hal yang penting dalam sebuah kolaborasi. Dengan begitu umur kolaborasi antar musisi bisa menjadi panjang.

“Memang banyak aspek ya yang menjadi pertimbangan untuk menemukan kolaborator yang tepat. Saya merasa terkejut bisa kolaborasi sejauh ini dengan Dialog Dini Hari. Sebelumnya tidak pernah kolaborasi seperti ini,” lanjut Endah.

Selain dua hal tersebut, Endah menekankan pentingnya rasa kepercayaan, ssehingga tidak ada kecemburuan yang muncul di antara musisi.

“Misalnya untuk judul lagu dan album. Kami mempercayakan itu kepada mas Dadang. Karena memang dia memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas mengenai kata-kata. Kami pun setuju waktu meeting ia menyarankan nama Parahita,” kata Endah

Endah melanjutkan,”Endah N Rhesa kan berdua sementara Dialog Dini Hari bertiga, secara teknis pun tidak terlalu sudah karena total kami berlima masih ideal untuk menjadi sebuah band. Masing-masing tau prioritasnya.”

Dalam konser DDHEAR, Dadang memainkan gitar rythm dan Endah menyelaraskan dengan nada yang lebih tinggi. Untuk bass, Rhesa menjadi filler dan Zio memainkan frekuensi yang lebih rendah.

Terkadang Zio pun memainkan alat musik lain, seperti piano.

“Seperti itu kira-kira pembagian teknisnya. Kalo untuk vokal saya sering menyanyi nada yang lebih tinggi dari Dadang. Kami berdua akan pecah suara,” kata Endah. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya