oleh

Terseret Arus Tiga Siswa SMKN 1 Empat Lawang Tewas

tewasEMPAT LAWANG I Rencana pergi untuk bersenang-senang, namun pulang membawa kabar duka. Itulah yang dialami 13 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Empat Lawang. Mereka pergi ke sebuah bendungan proyek, namun tiga dari mereka tewas terbawa arus Sungai Saling, Jumat (1/4/2016) sekitar pukul 11.00 WIB.

Tiga korban yakni Pandri Natriade Hotagaol (16) siswa kelas X teknik sepeda motor (TSM) 1, warga Perumnas, Kecamatan Tebing Tinggi; M Bayu Nizal (16) siswa kelas X TSM 1, warga Desa Batujara, Kecamatan Tebing Tinggi dan Novri Anggara (16) siswa kelas X Akuntansi 2, warga Prumnas Cros, Kecamatan Tebing Tinggi.

Informasi yang dihimpun, 13 siswa SMK 1 tersebut diantarannya Pandri, Bayu, Novri, Logo, Nala, Supanto, Vio, Rahmi, Heru, Ita, Aldi dan Rizki usai pulang sekolah pergi ke bendungan proyek di Desa Tanjung Ning Simpang, Kecamatan Saling.

Saat itu jam pulang sekolah lebih cepat karena ruangan dipersiapkan untuk ujian nasional (UN) kelas XII. Mereka ke tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan sepeda motor. Tiba di TKP, Pandri mandi ke sungai di bawah bendungan proyek yang arusnya cukup deras.

Diduga tidak pandai berenang, dia terbawa arus. Melihat temannya kesulitan, Novri, Bayu dan Logo terjun ke sungai berusaha menolong. Namun naas, Pandri tidak tertolong, mirisnya lagi, Novri dan Bayu juga tewas terbawa arus sungai, sedangkan Logo selamat.

Ketiga korban berhasil ditemukan teman-temannya dan warga sekitar sudah cukup jauh dari lokasi mandi. Beberapa siswa banyak yang shock dan pingsan melihat tiga temannya sudah meninggal. Siswa yang shock dan pingsan lebih dulu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tebing Tinggi.

Selanjutnya tiga korban juga dibawa ke IGD menggunakan mobil ambulance, setelah itu mereka di bawa ke rumah duka masing-masing. “Korban Pandri mandi, diduga tidak pandai berenang dan arus sungai cukup deras, dia terbawa arus,” ujar Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka SIk melalui Kapolsek Tebing Tinggi, Kompol Alpiansyah Putra, ketika ditemui di RSUD Tebing Tinggi.

Dijelaskannya, tiga orang temannya, Novri, Bayu, Logo berusaha menyelamatkannya. Namun tiga dari empat yang terjun ke sungai meninggal karena terbawa arus. Hanya satu yang selamat yakni Logo.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, saksi-saksi akan diperiksa nanti. Keterangan yang sementara kami terima seperti itu, namun kejadian ini ada unsur kecelakaan,” bebernya.

Pihaknya bersama Polres Empat Lawang sudah mendatangi TKP, melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi di sana. Kejadian seperti ini sudah yang kedua kalinya, selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membuat pagar atau plang larangan mandi di lokasi bendungan proyek.

Sementara salah satu teman korban, Nala mengaku, 13 yang ikut ke lokasi bendungan proyek hanya 4 orang laki-laki. Memang saat itu jam pulang sekolah lebih cepat karena ada persiapan UN. “Pulang sekolah kami bersama-sama ke bendungan, rencana mau jalan-jalan saja. Tapi ada yang mandi dan terbawa arus,” kata siswa kelas X Akuntansi 1.

Wali Kelas X TMS 1, Aprini Citra mengatakan, Pandri dan Bayu memang akan muridnya. Namun ia tidak mengetahui jika mereka dan teman-temannya setelah pulang sekolah pergi ke bendungan proyek.

“Siswa kelas X pulang cepat karena ruangan mereka dipersiapkan untuk UN. Kemungkinan juga mereka saling ajak ke proyek bendungan karena Sabtu libur,” ujarnya.

Selain tiga siswa meninggal, ada lima siswa yang harus dirawat di RSUD Tebing Tinggi, Kabid Pelayanan RSUD Tebing Tinggi, Seragi Saur mengatakan, ada 5 siswa yang belum pulang, masih diobservasi.

“Setelah 2 jam baru kita lihatn kalau kondisinya baik diperbolehkan pulang. Mereka ini shock dan pingsan. Sedangkan korban meninggal tidak ada bekas luka-luka,” katanya.

Kelima siswa yang diobservasi yakni Tio Mina (16), Rahmi (16), Ita Purnama (16), Logo Cokro Minoto (16), Rizki (16). (Ridi)

Komentar

Berita Lainnya