oleh

Tak Ada Pemasukkan, Manajemen Sriwijaya FC Optimalkan ‘Merchandise’

PALEMBANG I Kompetisi memang tidak bergulir dan Sriwijaya FC libur, tapi bukan berarti manajemen tidak punya pengeluaran. Itu karena, manajemen harus tetap memenuhi membayar 25 persen gaji pemain sesuai dengan keputusan PSSI.

Untuk penuhi itulah, Manajemen terus berupaya melakukan berbagai inovasi untuk mencari pemasukkan buat kas. Terbaru, manajemen berencana akan mencari pendapatan dari merchandise yang selama ini masih belum dimaksimalkan.

“Ya, para supporter dan pecinta Sriwijaya FC, kita (Manajemen Sriwijaya FC), sekarang ini lagi dalam program menghidupkan kembali merchandise yang sempat dikatakanlah berantakan selama ini,” kata HZ, sapaan Hendri Zainuddin, Kamis (3/12/2020) sore.

Sekretariat Sriwijaya FC. Tepatnya di Komplek PS Mall, Palembang, akan menjadi pusat dari merchandise. Manajemen berharap, kelak merchandise Sriwijaya FC ini akan menjadi buruan para wisatawan.

“Ya supaya merchandise ini bisa menjadi salah satu daya wisata di Sumatera Selatan. Bahwa kalau orang suka bola itu biasanya ingin melihat merchandise tim kebangsaan di kota itu,” sambung pengusaha muda asal Payeraman, Ogan Ilir ini.

“Salah satunya adalah tentu kita akan berjuang keras membangun kembali ke sini. Sekarang ini keuangan Sriwijaya FC belum stabil kita akan lemparkan ke publik siapa yang bersedia untuk branding. Kita kemarin sudah ketemu Bank Sumsel Babel, mudah-mudahan Bank Sumsel Babel bisa mau membranding tempat merchandise kita,” sambung Wakil Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) ini.

Untuk dapat memaksimalkan pemasukkan dari merchandise, manajemen akan membuka diri. Pihaknya, akan terus belajar dari klub-klub yang lebih berpengalaman.

“Kita akan belajar pada klub-klub yang sudah membangun penjualan merchandise secara baik. Nanti kita juga akan jualan juga secara online,” tukas dia. (Fen)

Komentar

Berita Lainnya