oleh

Tahun Baru, Gunung Dempo Siaga Sampah

Penggiat lingkungan  membuka posko  Siaga sampah dan  SAR di resort Kampung IV Fhoto : Sonny Kushardian.
Penggiat lingkungan membuka posko Siaga sampah dan SAR di resort Kampung IV Fhoto : Sonny Kushardian.

PAGARALAM I Sekitar 400 pendaki telah bersiap di balai pendakian Kampung IV perkebunan teh PTPN 7 Pagar Alam untuk menaiki puncak gunung Dempo pada kamis 31 Desember 2015.

Tujuan mereka rata-rata untuk merayakan tahun baru 2016. Sekitar 100 orang pendaki sudah naik sebelumnya sehingga dari pantauan media kurang lebih 500 orang akan berada di puncak Dempo pada perayaan tahun baru nanti.

Beberapa organisasi pecinta alam nampak berkolaborasi diantaranya FSPASS, GPAPB, FORPA Besemah serta pengiat lingkungan Hutan Tropis dan Desk ,Disaster WALHI membuka posko pendataan pendaki, sampah dan siaga SAR di resort Kampung IV.

Kegiatan yang dilakukan selain mendata para pendaki juga membagikan kantong sampah agar para pendaki membawa kembali sampah mereka.

Jemi Delvian, vokalis Hutan Tropis band mengatakan menyambut baik kolaborasi beberapa organ peduli lingkungan ini. “Kegiatan ini merupakan respon atas kegelisahan pengelolaan gunung Dempo selama ini. Kurangnya antisipasi terhadap beberapa kejadian termasuk banyaknya sampah di puncak gunung Dempo saat ini harus segera diperbaiki jika kita tidak ingin Dempo jadi tempat sampah” ujar laki-laki kelahiran Kampung II gunung Dempo ini (Rabu/30/12/2015).

Katanya, pendaki harus sering dihimbau untuk tidak membuang sampah di gunung dengan cara yang baik agar mereka bisa melakukannya dengan kesadaran, bukan terpaksa.

Sementara Capung, koordinator FSPASS juga khawatir dengan keadaan ini. Saat ini kalau dikumpulkan mungkin ada sekitar 4 ton sampah yang tidak terangkut di puncak Dempo, akan semakin bertambah jika sampah dari ratusan pendaki yang naik di tahun baru ini tidak dibawa turun. “Kita harus segera memikirkan bagaimana agar sampah tersebut bisa diturunkan,” jelasnya.

Dari pantauan dilapangan nampak Pendaki berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Sumatera Selatan bahkan 2 orang asal Jerman (Dienne dan Niko) juga ada diantara ratusan pendaki.

Posko sampah dan siaga SAR ini telah dibuka sejak 24 Desember 2015 lalu dan akan ditutup pada tanggal 2 Januari 2016. (Sonny Kushardian)

Komentar

Berita Lainnya