oleh

Raungan Slank Memecah Palu Usai Gerhana Matahari

Kaka, vokalis Slank ( CNN Indonesia/Safir Makki)
Kaka, vokalis Slank ( CNN Indonesia/Safir Makki)

JAKARTA I Jelang peristiwa alam langka Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu (9/3), Slank menjejakkan kaki di Palu, Sulawesi Tengah. Grup band legendaris ini memenuhi undangan Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sejak Selasa kemarin (8/3), sebagaimana disebutkan dalam siaran pers yang dikirimkan melalui e-mail oleh tim Kementerian Pariwisata kepada tim redaksi CNN Indonesia.com, “Euforia penyambutan Slank sudah terlihat di mana-mana.”

Kebetulan Abdee Negara, sang gitaris, asli Palu. Maka tak heran bila masyarakat setempat, terutama para Slankers—sebutan bagi para penggemar fanatik—menyambut Slank dengan penuh suka cita. Mereka menebar spanduk “selamat datang” di sudut-sudut kota.

“Euforianya sudah terasa. Total Solar Eclipse Concert yang menampilkan Slank sudah banyak ditunggu Slankers di Kota Palu. Buktinya bendera bertuliskan Slank, spanduk berlogo Slank, sudah mulai banyak terlihat di Palu,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulteng Siti Norma Mardjanu, pada Senin (7/4).

“Karena itu, hebohnya pasti dua kali lipat. Punya fans fanatik. Juga punya kedekatan, atau proximity dengan publik di Palu,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Sudah deh, pasti heboh di sana. Cek saja, kalau masih ada penerbangan menuju ke Palu? Cek juga kalau masih ada akomodasi Palu? Saya jamin sudah sold out semua.”

Lebih jauh, Arief, yang disebutkan tak asing dengan lagu Ku Tak Bisa milik grup band yang dibentuk sejak 1983 ini menyatakan, “Bagi anak-anak muda, ucapan dan kata-kata Slank itu sangat dipercaya. Karena itu, branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia juga bisa disebarkan melalui mereka, termasuk di GMT 2016.”

Arief memberikan predikat Slank sebagai “Messenger tentang nasionalisme kepada masyarakat.” Hal ini tak terlepas dari kiprah mereka sepanjang lebih dari 30 tahun. Dalam kurun selama ini, Slank merilis 20 album musik yang rata-rata menjadi hits. Tak hanya karya, bahkan kata-kata personel Slank pun menjadi magnet bagi massa.

“Karenanya di GMT nanti, saya meminta tolong Slank untuk menebarkan virus Pesona Indonesia,” ungkap Norma. Bagi Slank sendiri ini merupakan peluang emas untuk mengenalkan pariwisata Indonesia ke dunia, mengingat ribuan wisatawan Nusantara dan mancanegara  sejak jauh-jauh hari sudah mengepung Kota Palu.

”Di berbagai kesempatan, kami selalu mencoba memanfaatkan setiap momen untuk menebar ’virus’ Slank,” papar Abdee. “Kali ini, lewat GMT, Slank mengajak Slankers dan masyarakat lebih mencintai negerinya. Utamakan semangat PLUR: Peace, Love, Unity, and Respect. Slank akan menebarkan Virus Pesona Indonesia.”

Soal aksi Slank di Palu, promotor Total Solar Eclipse Concert Setiabudi A.C. Nurdin menyatakan, “Saat black out pagi hari, Slank tidak akan menggelar konser. Mereka akan berada di tengah masyarakat bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata menunggu black out yang akan berlangsung lebih kurang dua menit 48 detik.”(CNN)

Komentar

Berita Lainnya