oleh

Pemkab Lahat Bersiap Bina Petani Porang di Desa Sukananti

LAHAT – Punya harga cukup tinggi, mudah diolah dan masa panen yang cukup singkat Jikermansyah, warga Desa Sukananti, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, mencoba peruntungan dengan menanam porang. Jenis tanaman ini terbilang baru dan tak banyak warga yang tahu.

Dikatakan Jikermansyah, ia mulai menanam porang setahun lalu bersama teman temannya dengan memnfaatkan lahan sekitar setengah hektar. Kini, terangnya porang yang ditanamnya tersebut sudah hampir memasuki panen.

“Ya sebentar lagi panen, diusia enam sampai delapan bulan baru bisa panen, namun rencana saya mau dibiarkan besar hingga 2 musim, rencana mau dibuat percontohan dulu. Kalau sampai 3 musim, umbi porang bisa besar mencapai 5 kilogram bahkan lebih perbatang,” katanya, Minggu (18/4/2021).

Dijelaskannya, menanam porang juga tidak terlalu rumit dan susah, karena lahan porang sama dengan lahan komoditi pertanian yang selama ini ditekuni petani. Kendalanya hanya dengan kondisi cuaca, apabila terlalu panas bisa memperhambat pertumbuhan, dan penyakit sedangkan hama paling hanya binatang seperti belalang, binatang kaki empat tidak menganggu.

“Harga jual porang satu kilogram Rp 7 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan kadar airnya, kalau tempt jual di daerah Sungai Lilin, Muba ada,”ungkapnya. Dalam lahan satu hektar, bisa ditanami 40 ribu batang porang, dengan potensi 40 ton untuk sekali musim, keuntungan bisa mencapai ratusan hingga miliaran rupiah.

Sementara, Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Lahat, Erwan Andawan mengatakan, sampai saat ini pihanya belum memiliki data berapa banyak dan berapa luas masyarakat bertani porang. Hanya saja, apabila ada permintaan pembinaan siap dibantu.

“Bertani porang tidak mempengaruhi ataupun mengancam perkebunan kopi, karena petani kopi bisa terus berjalan dan bisa juga menanam porang ini,”sampainya. (Sfr)

Komentar

Berita Lainnya