oleh

Pagelaran Busana “Gedangsari Berlari” Karya Siswa SMKN 2 Gedangsari

Hasil karya batik siswa SMKN 2 Gedangsari binaan YPA-MDR dengan motif pohon pisang yang diperagakan oleh model pada fashion show "Gedangsari  Berlari" oleh desainer Lulu Lutfi Labibi. Fashion show "Gedangsari Berlari" ini diharapkan dapat memotivasi para siswa binaan YPA-MDR dan anak-anak Indonesia lain agar bisa menciptakan berbagai karya kreatif lainnya. (30/7)
Hasil karya batik siswa SMKN 2 Gedangsari binaan YPA-MDR dengan motif pohon pisang yang diperagakan oleh model pada fashion show “Gedangsari Berlari” oleh desainer Lulu Lutfi Labibi. Fashion show “Gedangsari Berlari” ini diharapkan dapat memotivasi para siswa binaan YPA-MDR dan anak-anak Indonesia lain agar bisa menciptakan berbagai karya kreatif lainnya. (30/7)

YOGYAKARTA I PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) bekerjasama dengan desainer Lulu Lutfi Labibi mengadakan pagelaran busana (fashion show) bertajuk “Gedangsari Berlari”.

Dalam pagelaran busana ini, diperagakan karya Lulu Lutfi Labibi, yang menggunakan material hasil karya batik siswa binaan YPA-MDR, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Gedangsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kolaborasi ini merupakan wujud dari puncak kreativitas para siswa SMKN 2 Gedangsari yang telah diberikan program pembinaan desain dan pengembangan motif batik oleh Lulu Lutfi Labibi dan eksplorasi kecakapan hidup masyarakat di Gedangsari,” ujar Ketua Pengurus YPA-MDR Arietta Adrianti.

Material batik bermotif flora dan fauna khas Gedangsari yang digunakan dalam pagelaran busana tersebut diproduksi selama proses workshop yang dilaksanakan selama beberapa kali dalam kurun waktu 1 tahun bersama guru dan siswa-siswi SMKN 2 Gedangsari. Motif yang digunakan berupa daun pisang, pohon bambu, bunga sepatu dan burung.

“Ketika saya meminta mereka untuk membuat motif dengan inspirasi dari lingkungan sekitar. Mereka memberikan hasil yang segar dan orisinil seperti motif semut makan pisang maupun pelepah pisang,” tutur Lulu Lutfi Labibi. Selain teknik batik, materi yang diberikan juga berupa pengembangan motif kontemporer, branding, serta pemahaman terhadap pasar.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Societet – Taman Budaya Yogyakarta, ini dihadiri oleh 300 undangan yang di antaranya adalah  keluarga besar Grup Astra, keluarga besar sekolah binaan YPA-MDR di wilayah Yogyakarta SMKN 2 Gedangsari, serta konsumen atau masyarakat umum.

Pada pagelaran busana kali ini, Lulu Lutfi Labibi akan menghadirkan karya yang menggunakan teknik drapery, yang merupakan ciri khasnya. Karya tersebut menggunakan materi batik hasil kolaborasi yang juga dikombinasikan dengan lurik, tenun Kupang maupun katun bordir motif bunga. Karya berupa atasan, celana, rok, jumpsuit, dress dan jaket ini sudah dipadu dalam 90 tampilan.

Selain pagelaran busana, ditampilkan juga film dokumenter yang menampilkan kegiatan pembinaan siswa dengan segala latar belakang kehidupan. “Selama 1 tahun, saya berkenalan dengan siswa yang memiliki latar belakang dan cerita yang berbeda, tetapi mereka mempunyai tujuan yang sama, menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama. Bekerjasama dengan Ig Raditya Bramantya dan Eandaru Kusumaatmaja, kami mendokumentasikan berbagai mimpi, harapan dan semangat mereka melihat masa depan,” ujar Lulu Lutfi Labibi.

Sentra Industri

Sejak 2007, YPA-MDR membina 9 SD, 2 SMP dan 2 SMK di Yogyakarta, serta 2.820 siswa binaan dan 188 guru binaan. Berdasarkan empat Pilar Pola Pembinaan YPA-MDR, membatik merupakan salah satu kecakapan hidup yang dikembangkan di Gedangsari sesuai potensi daerahnya.

YPA-MDR bersinergi dengan para praktisi dan desainer sebagai narasumber. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara akademik dan implementasinya di sekolah binaan. Selain itu, YPA-MDR juga berupaya untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan perekonomian kreatif dengan menjadikan Gedangsari sebagai daerah sentra industri sesuai potensi unggulan daerahnya.

“Peragaan batik karya siswa SMKN 2 Gedangsari ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk para siswa binaan YPA-MDR dan anak-anak Indonesia lain agar bisa menciptakan berbagai karya kreatif lainnya,” tutup Arietta Adrianti.

Komentar

Berita Lainnya