oleh

Misteri Hilangnya Magis Lionel Messi di El Clasico

SPANYOL I Pemain bintang Barcelona, Lionel Messi menjadi perhatian ketika Barcelona dikalahkan 0-2 oleh Real Madrid, Senin (2/3) dini hari WIB. Bukan karena gol indah atau gocekan lincah khas ‘La Pulga’, tapi karena Messi dinilai gagal menjadi pemeran kunci timnya di Santiago Bernabeu.

Dalam laga itu, Messi tampak bermain tak seperti biasanya. Ia seharusnya merayakan rekor penampil El Clasico terbanyak (43 pertandingan) dengan wajah ceria. Namun menurut catatan Squawka, ia  mencatat empat kali dribel dan hanya satu di antaranya yang sukses.

Pemain kelahiran Rosario itu sudah melampaui jumlah penampilan yang dibuat oleh Xavi Hernandez. Xavi mencatatkan 42 pertandingan memperkuat Barcelona kontra Real Madrid.

Hanya satu pemain yang melampaui catatan Messi dalam sejarah El Clásico, yaitu Sergio Ramos yang telah membuat 44 penampilan dalam laga el Clásico. Pemain asal Sevilla itu melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh mantan bek Manolo Sanchí dengan 42 laga pada Desember lalu.

Messi tiba-tiba menjelma menjadi ‘macan ompong’ yang kehilangan keganasannya, karena sejak Ronaldo hengkang dari tanah Spanyol untuk merumput bersama Juventus 2018 lalu, Messi sama sekali belum pernah mencetak gol ke gawang Real Madrid.

Gol terakhir Messi ke Real Madrid terjadi saat kedua kubu bermain imbang 2-2, Mei 2018. Saat itu, Ronaldo juga mencetak gol terakhirnya dalam laga El Clasico. Padahal, pertandingan El Clasico itu ditonton langsung oleh Ronaldo dari tribun penonton. Ronaldo pun terlihat melakukan selebrasi ketika Vinicius Junior mencetak gol pertama bagi Real Madrid.

Di satu sisi, Messi tiba-tiba ‘menghilang’ dari dunia pemberitaan. Sejak pertandingan usai, hanya pelatih Barcelona, Quique Setien dan rekan setimnya seperti Frankie De Jong, Martin Braithwaite dan Sergio Busquets yang memberikan keterangan pers.

Di dunia maya, terakhir kali Messi mengunggah foto adalah dua hari lalu ketika berlatih jelang El Clasico. Sisanya, peraih enam Ballon d’Or itu memilih menyepi.

Pelatih Barcelona, Quique Setien tetap melihat anak asuhnya sudah bekerja keras meski dikalahkan dua gol tanpa balas oleh rival abadinya. Tiga poin yang dipetik Los Blancos cukup untuk menggeser Barcelona dari puncak klasemen sementara La Liga. Los Blancos kini berada di urutan teratas dengan  56 poin. Kedua kubu kini hanya berselisih satu angka.

“Kadang-kadang kita harus gagal, ini normal. Mereka (Real Madrid) benar-benar mengacak-acak dan menekan kami,” katanya seperti dikutip dari Marca.

“Kami sudah mencoba menggulirkan bola dengan cepat untuk menghindari tekanan, tapi hal ini tidak mudah ketika menghadapi lawan seperti itu,” ujarnya menambahkan.

Melirik statistik, Real Madrid memang menggempur pertahanan Barcelona dengan mencatat 18 percobaan dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.

Sedangkan Barcelona, hanya mampu menciptakan 13 peluang dengan empat tepat sasaran. Kendati demikian, Blaugrana berhasil mencatat penguasaan bola mencapat 56 persen.

Setien mengakui, mengedepankan penguasaan bola adalah salah satu strateginya di babak kedua. Namun, Real Madrid berhasil bermain lebih efektif dan mencetak dua gol dari kaki Vinicius Junior dan Mariano Diaz.

“Mungkin itu adalah karakteristik tim mereka. Tidak mudah menyerang dan bertahan di waktu yang sama,” ujar dia.

Lampu sorot juga mengarah ke pemain muda Real Madrid, Vinicius Junior yang berhasil menggantikan rekor Messi sebagai pemain termuda pencetak gol di El Clasico. Ia mencetak salah satu gol dalam kemenangan timnya atas Blaugrana.

Seperti diberitakan AS, Vinicius saat ini berusia 19 tahun 233 hari. Sedangkan, Messi berusia 19 tahun 259 hari ketika memecahkan rekor serupa pada 2007 silam. Kemenangan ini juga membuat head to head Real Madrid lebih unggul dengan 73 kemenangan, sementara Barcelona mengantongi 72 kali.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane tak bisa menyembunyikan rasa bangganya pada Vinicius Junior setelah pemain asal Brasil itu mencetak gol pembuka di menit ke-71.

“Saya senang, ia pantas mendapatkan ini. Gol itu berharga ketika melawan lawan yang besar,” katanya seperti dikutip dari Marca.

Ia juga mengapresiasi gol Mariano Diaz di akhir babak kedua. Zidane melihat, satu gol tambahan berguna untuk menancapkan dominasi terhadap rival abadi Los Blancos tersebut.

“Ia berperan penting hari ini, datang (dari bangku cadangan) dan mencetak gol. Saya senang karena dia sudah lama tidak main,” ujar dia. (*)

Sumber: republika.co.id

Komentar

Berita Lainnya