oleh

Menanti Koeman Bawa Barcelona Keluar dari Masa Krisis

BARCELONA I Musim pertama Ronald Koeman di Barcelona memang mengalami pasang surut. Tapi tak ada keraguan kalau Blaugrana mengakhiri musim lebih baik dibandingkan saat mengawalinya. Koeman memimpin skuad Barca dengan mewarisi krisis di tim maupun di institusi. Tapi mantan pelatih tim nasional Belanda bisa mengatasi masalah tersebut.

Hal pertama yang dilakukan Koeman saat tiba di Camp Nou adalah melepas Luis Suarez, serta membawa Alfred Schereuder dan Henrik Larsson, dua sosok penting dalam staf kepelatihannya di Belanda.

Hal utama yang jadi perhatian Koeman adalah memperbaiki kemampuan fisik pemain, dengan meningkatkan intensitas latihan.

”Semua orang masuk dan mereka ingin terlibat, bahkan pemain yang cedera,” ucap Koeman, dikutip dari Football-espana, Kamis (25/3).

Koeman dan timnya juga membatasi informasi berlebihan yang diterima pemainnya, agar bisa fokus sebelum pertandingan.

Perhatian kepada Lionel Messi juga dilakukan hati-hati, untuk memberikan ruang baginya memikirkan rencana hangkang dari Barca. Salah satu kunci Koeman bisa membawa Barcelona bersaing di tangga juara La Liga Spanyol adalah sistem 4-3-3, dengan sesekali menggunakan tiga bek.

Koeman telah menggunakan sistem itu dalam tujuh pertandingan musim ini, dengan menang lima kali dan dua kali imbang. Sistem ini memungkinkannya untuk membebaskan Sergino Dest dan Jordi Alba di kedua sayap, sambil mempertahankan soliditas pertahanan. Waktu Koeman sebagai pelatih Barca ditandai dengan kemampuan adaptasinya.

Dia tidak pernah menghabiskan waktu berjam-jam di tempat latihan. Ia juga berusaha untuk membangkitkan kembali karier pemain Barcelona seperti Frenkie de Jong dan Ousmane Dembele, termasuk sesekali Antoine Griezmann.

”Dia akan berada di sini selama beberapa tahun. Peningkatannya ada di sana dan dia merasa lebih bertanggung jawab di Barcelona,” ujar Koeman soal De Jong.

Dia juga memasukkan pemain muda seperti Pedri, Ronald Araujo, Ilaix Moriba, Oscar Mingueza dan Ansu Fati, memberi mereka waktu bermain dan keunggulan yang tidak dimiliki pemain lain.

Barcelona terpaut empat poin dari Atletico Madrid di La Liga, tetapi berada dalam performa yang menakutkan. Blaugrana memasuki jeda internasional setelah mengalahkan Real Sociedad 6-1 di San Sebastian. [republika.co.id]

Komentar

Berita Lainnya