oleh

Melihat Prasasti Berhias Tengkorak Hingga Peti Soekarno di Sini Tempatnya

JAKARTA I Bagi Anda yang mengisi liburan di Jakarta bisa bertandang melihat sejarah tempo dulu. Salah satu tempatnya yang mungkin bisa ditengok yakni Museum Taman Prasasti.

Lokasi museum ini terletak di Jl Tanah Abang No 1, Jakarta Pusat. Masuk ke museum ini dikenakan tiket, tapi tenang tak mahal hanya Rp 5 ribu, untuk anak-anak, pelajar, dan mahasiswa ada harga khusus.

Foto: Michiko/detikcom

Saat detikcom menyambangi museum ini, Sabtu (26/3/2016), ada puluhan pengunjung yang sudah berada di lokasi. Ada yang melihat-lihat, ada juga yang foto-foto.

Di tempat ini, terdapat makam dan tentu paling banyak prasasti. Yang menarik, prasasti ini ada aneka bentuk yang unik, ada bentuk yang disebut malaikat sampai prasasti berhias tengkorak.

Museum Taman Prasasti ini punya sejarah panjang. Sejak era kolonial sekitar tahun 1700-an sudah ada, tentu namanya dahulu bukan museum taman prasasti.

Di lokasi ini pembesar atau warga Eropa dimakamkan. Salah satunya ada makam istri Gubernur Jenderal Inggris Thomas S Raffles.

Hingga kemudian akhirnya lokasi ini menjadi Museum Taman Prasasti di bawah pengelolaan Pemprov DKI. Dan beberapa prasasti yang menarik bisa dilihat di tempat ini.

Salah satu yang unik prasati dengan patung tengkorak tertancap. Prasasti ini dikenal dengan nama prasasti Pieter Erbelveld.

‘Sebagai kenang-kenangan yang menjijikan atas dihukumnya sang pengkhianat Pieter Elberveld. Karena itu dipermaklumkan kepada siapapun, mulai sekarang tidak diperkenankan untuk membangun dengan kayu, meletakan batu bata dan menanam apapun di tempat ini dan sekitarnya. Batavia, 14 April 1722,’ demikian tulisan di prasasti yang dahulu terletak Jalan Pangeran Jayakarta dan kini dipindahkan ke museum prasasti.

Dari berbagai literatur, banyak terpapar cerita mengenai Erbelveld, pria keturunan Jerman ini. Dahulu VOC menghukum dia dengan kejam. Tudingan berkhianat dan bekerjasama dengan pemberontak kelompok pribumi membuat Erbelveld dihukum.

Tubuhnya ditarik empat kuda hingga tercerai berai, dan di lokasi di tewas dan dimakamkan dibangun prasasti itu sebagai peringatan. Lepas kejadian itu, tanah Erbelveld yang luas di Batavia disita.

Di museum taman prasasti ada juga kereta jenazah yang digunakan untuk mengangkut peti mati menuju pemakaman.

Kemudian juga di dekat pintu masuk, ada peti Soekarno dan M Hatta. Peti ini dahulu merupakan peti mati Presiden Republik Indonesia ke-1, Ir. Soekarno dan Wakil Presiden ke-1, Mohammad Hatta yang digunakan untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Peti ini terawat dengan baik. Peti ini dibungkus sebuah kaca serta ditutupi kanopi besi. Ada keterangan tertulis di peti mati itu.

Masih banyak lagi cerita di museum taman prasasti, yang tak akan habis ditelisik seharian. Pastinya lokasi ini sudah amat terkenal, tak sedikit juga dijadikan lokasi pemotretan hingga syuting.  (Detik.com)

Komentar

Berita Lainnya