oleh

Jaap Stam Sarankan De Ligt Bertahan di Juventus

TURIN I Mantan bek tengah timnas Belanda, Jaap Stam, menilai performa Matthjis de Ligt bersama Juventus terbilang cukup bagus. Walaupun selama ini ia sempat mendapatkan banyak kritikan. Mantan bek tengah Lazio dan AC Milan itu menyarankan De Ligt untuk terus bertahan di Juventus.

Meraih gelar pemain muda terbaik versi FIFA pada 2018 silam, De Ligt menjadi rebutan sejumlah klub besar Eropa. Mulai dari Barcelona, Real Madrid, Juventus, hingga Manchester United sempat disebut-sebut menjadi peminat terbesar kapten termuda dalam sejarah tim utama Ajax Amsterdam itu.

Akhirnya pada awal musim ini, De Ligt lebih memilih untuk bergabung bersama juara bertahan Serie A, Juventus. Namun performa bek tengah berusia 20 tahun dinilai masih jauh dari ekspektasi. Kendati telah tampil di 20 partai dan mencetak dua gol di pentas Serie A musim ini, performa De Ligt tetap mendapatkan sorotan.

Jebolan akademi sepak bola Ajax Amsterdam itu dinilai belum bisa tampil secara padu di lini belakang Juventus dan masih membuat kesalahan-kesalahan mendasar, seperti handball di dalam kotak penalti. Kendati begitu, Stam memaklumi kesalahan-kesalahan tersebut.

Menurutnya, De Ligt masih menjalani proses adaptasi dan belajar dengan sistem sepak bola yang benar-benar baru buat dirinya.

“Matthjis datang ke kompetisi yang benar-benar berbeda dari Liga Belanda. Di Italia, dia menemukan lawan yang cukup kuat. Banyak yang menyebut, Juventus telah salah langkah dengan mendatangkan dia dengan nilai tranfer besar. Namun, buat saya, sejauh ini performa De Ligt cukup bagus,” kata Stam kepada Tuttojuve, Sabtu (18/4).

Stam menyebut, ada perbedaan besar dalam konsep pertahanan antara tim-tim di Liga Belanda dan di Liga Italia. Tim-tim di Liga Belanda lebih mengedepankan konsep duel satu lawan satu, sementara di Liga Italia lebih menekankan pada kesinambungan gerakan dan kesadaran ruang para pemain bertahan.

Di titik ini, Stam menilai, bergabung bersama Juventus dapat menjadi kesempatan besar De Ligt untuk meningkatkan kemampuannya. Tidak hanya itu, mantan bek tengah Manchester United itu juga menyebut, De Ligt mesti belajar banyak dari duet Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Untuk itu, Stam menyarankan De Ligt untuk bertahan dalam jangka waktu lama bersama Si Nyonya Tua.

“Sepertinya hanya itu cara untuk meningkatkan kemampuan permainannya, yaitu dengan menghadapi lawan-lawan kuat dan melakoni laga-laga besar di pentas Serie A dan Liga Champions. Selain itu, dia juga harus belajar Bahasa Italia untuk memudahkan komunikasi dengan rekan setimnya,” tutur Stam. (*)

Sumber: republika.co.id

Komentar

Berita Lainnya