oleh

Gubernur Sumsel Bagi-bagi APD di Pasar Sungsang

BANYUASIN – Usai melakukan penanaman mangrove di pelabuhan Tanjung Api-Api, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru meneruskan agenda kerjanya dengan membagikan 1.600 alat pelindung diri (APD) berupa masker dan face shield (pelindung wajah) kepada para pedagang di pasar Marga Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Senin (3/8/2020) siang.

Pembagian APD bagi pedagang pasar, diungkapkan HD sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah provinsi Sumatera Selatan, bersama TP PKK Sumsel dan PMI Sumsel kepada para pelaku ekonomi dalam melaksanakan aktivitas perekonomian.

“Ini untuk mendukung produktivitas perekonomian di tengah situasi pandemi covid-19, agar masyarakat tetap bisa beraktivitas, khususnya sektor perekonomian. Tetap dengan mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan face shield,” jelasnya.

Orang nomor satu di Sumsel itu juga menekankan tentang pentingnya menjaga stamina tubuh agar tak mudah terjangkit virus. “Jaga kesehatan tubuh, konsumsi makanan bergizi, seimbang dan vitamin supaya memiliki kekebalan tubuh. Saat ini vaksin sudah ditemukan, namun begitu masih menunggu tahapan uji klinis. Jadi saya harap tetap waspada jangan sampai lengah,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, kerjasama semua pihak mulai dari petani, nelayan, pedagang, dan pemerintah sangat diperlukan untuk mengurangi jumlah penderita COVID-19. “Tidak bisa jika pemerintah saja yang berperan aktif. Semua harus terlibat dalam memerangi dan memutus mata rantai penyebaran covid-19, sebab kapan berakhirnya wabah ini belum bisa dipastikan,” tegasnya.

Selain membagikan APD, untuk membantu masyarakat Sungsang yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan ikan, HD berjanji segera menindaklanjuti pembenahan infrastruktur di sana, seperti Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan akses jalan. “Kita nanti bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk TPI-nya, sedangkan untuk kondisi jalannya semula sudah sempat baik, tapi kini mengalami kerusakan dan ini harus dicover, jangan sampai menghambat perekonomian masyarakat,” jelasnya.

“Sungsang merupakan pusat penghasil ikan (alam) terbesar di Sumsel, yang hasil ikannya kemudian diolah menjadi pempek dan turunannya, mulai dari tekwan, kemplang, terasi, kerupuk dan lainnya. Saat ini, Sungsang bahkan jadi pengekspor ikan,” pungkasnya. (ad)

Komentar

Berita Lainnya