oleh

Fraksi Demokrat Sumsel Pertanyakan Arah Kebijakan Ekonomi Pemprov Sumsel

PALEMBANG – Fraksi Demokrat DPRD Sumsel mempertanyakan menanyakan arah kebijakan atau Inovasi apa yang akan ditempuh oleh pemerintah provinsi kedepan guna meningkatkan iklim investasi dan berusaha di daerah,serta pengembangan ekspor.

“Sehingga dapat meningkatkan PAD yaitu berupa pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah, yang muaranya akan meningkatkan PAD, karena pada tahun ini mengalami penurunan Rp 898 miliar,”kata juru bicara Fraksi Demokrat Azmi Shofix SR SIP saat menyampaikan pandangan umum dalam rapat paripurna, Senin (13/11).

Menurut Azmi, pendapatan daerah dalam rancangan APBD tahun 20022 mengalami penurunan Rp 9,9 triliun atau sebesar Rp 898 miliar atau turun 8,32 persen dibandingkan tahun lalu.

Diungkapkan politikus asal OKU Timur ini, Kemudian dalam APBD provinsi Sumsel tahun 2022 belanja daerah direncanakan Rp 9,7 triliun mengalami penurunan Rp 1,6 triliun atau turun 14,41 persen jika dibandingkan dengan belanja tahun 2021.

Selanjutnya, Demokrat berpendapat bahwa belanja pemerintah provinsi Sumsel seharusnya dapat memberikan stimulus untuk mendukung reformasi struktural guna memulihkan ekonomi pada saat pandemi saat ini.

“Serta meningkatkan daya saing masyarakat dan daerah yang difokuskan pada fungsi prioritas pendidikan, kesehatan, perlindungan atau jaringan pengaman sosial dan infrastruktur, sehingga mobilitas konektifitas dan produktivitas masyarakat dapat tetap terjaga dengan baik,”kata Azmi.

Oleh karen itu pihaknya mempertanyakan sejauh manakah belanja pemprov Sumsel mengakomodir hal-hal tersebut?.tanya Azmi.

Pihaknya juga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui OPD-OPD terkait harus mampu membuat program yang menyentuh langsung kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran Pemerintah Provinsi Sumatera di masa-masa sulit pemulihan perekonomian saat ini.(ril)

Komentar

Berita Lainnya