oleh

Duh…, Awal Maret 2021 Harga Karet Masih Turun

PALEMBANG – Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen awal Maret 2021 ini mengalami penurunan cukup drastis.

“Indikasi harga karet per 1 Maret 2021 turun Rp 2.323 per kg dibandingkan indikasi karet hari Jumat 26 Februari lalu untuk KKK 100 persen sementara pada 2 Maret Indikasi harga karet kembali mengalami penurunan Rp 188,” kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Selasa (2/3/2021).

Data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 26 Februari 2021 Rp 24.008 per kg.

Sedangkan harga karet hari Senin tanggal 1 Maret untuk KKK 100 persennya di harga Rp 21.685 per kg, dan pada hari Selasa 2 Maret harga karet KKK 100 Persen Rp 21.497.

Lalu untuk KKK 70 persen di harga 15.048 per kg, KKK 60 persen di harga Rp 12.898 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.749 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.599 per kg.

Sebut Rudi, ada enam faktor yang memengaruhi harga karet di pasar internasional. Yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.

“Tata cara perdagangan (trading style) cenderung seringkali tidak mencerminkan harga yang sebenarnya dan akhirnya menciptakan faktor keenam yakni spekulan di Pasar Berjangka Internasional,” bebernya.

Menurutnya, sepertinya faktor keenam inilah yang terjadi di pergantian bulan Februari dan Maret 2021, dimana harga karet tiba-tiba naik Rp 2.515 per kg pada Jumat tanggal 26 Februari 2021 dan Senin 1 Maret 2021 turun Rp 2.323 per Kg untuk KKK 100 persen, kemudian hari ini kembali mengalami penurunan Rp 188.

Katanya, sebagian pelaku bursa harus tutup kontrak pada 26 Februari 2021 sehingga yang kepepet berapapun harga yang ada mereka harus tutup posisinya.

Hal inilah dimanfaatkan para spekulan menaikkan harga hingga Rp. 2.515/kg pada tanggal 26 Februari 2021 dan kembali normal pada tanggal 1 Maret 2021 turun sebesar 2.323,-/kg

Pergerakan harga karet di tahun 2021 fluktuatif dikisaran harga Rp18.000 hingga Rp19.000. Bahkan, di awal tahun 2021, karet KKK 100% pernah mencapai harga terendah pada 4 Januari  2021 dengan harga, Rp17.194 per kilogramnya dan tertinggi pada tanggal 26 Februari 2021 Rp. 24.008,-/kg KKK 100%.

Prediksi untuk harga normal setelah pergerakan harga karet pasca  harga minyak dunia mencatatkan trend kenaikan diperkirakan sekitar 19-21 ribu per kg untuk KKK 100%.

“Kita lihat harga di Minggu pertama bulan Maret ini, mudah-mudahan harga tetap bertahan di keseimbangan baru antara 19- 21 ribu/Kg untuk KKK 100%.,”ujarnya.

Ditambahkannya, selain trend kenaikan harga minyak Faktor penguat harga karet lainnya yaitu sebelah utara khatulistiwa memasuki musim  gugur daun antara februari-april dan ini menambah turunnya pasokan karet  global.

Gugur daun normal yang terjadi dibagian utara khatulistiwa, yaitu thailand, vietnam dan malaysia serta sebagian provinsi di Indonesia seperti Sumut, Sumbar dan Riau yang terjadi antara Februari- April dan gugur daun dibagian selatan khatulistiwa seperti Sumsel, jambi, bengkulu, lampung, kalbar dan Kalsel terjadi pada Juni-Agustus.

“Kita tidak tahu sampai kapan kenaikan harga karet beberapa waktu lalu dapat bertahan karena tidak dapat diprediksi  karena faktor nilai tukar rupiah pun dapat mengakibatkan harga menjadi naik atau turun kembali,” ujarnya. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya