pemkab muba pemkab muba pemkab muba
OKI Mandira

Ditemukan Pangan Mengandung Zat Berbahaya, Rodamin dan Formalin

109
×

Ditemukan Pangan Mengandung Zat Berbahaya, Rodamin dan Formalin

Sebarkan artikel ini
Hasil inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan Satgas Pangan berhasil menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi.
pemkab muba

Hasil inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan Satgas Pangan terdiri dari Polres OKI, Dinas Kesehatan, Sat Pol PP dan Dinas Perdagangan di pasar tradisional berhasil menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi manusia.

“Pada sidak yang dilaksanakan hari ini (red, selasa), dari para pedagang kita ambil 9 sampel bahan makanan yang dicurigai,” kata Drs Alamsyah, Kepala Dinas Perdagangan OKI

Dibeberkan Alamsyah, dari 9 sampel itu 5 diantaranya setelah dilakukan tes lab terindikasi pangan segar seperti ikan giling hitam, terasi, kikil, takjil dan tahu mengandung zat berbahaya yaitu Rhodamin dan Formalin yang diduga berasal dari luar daerah.

Dalam sidak satgas pangan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap daging sapi dan ayam yang dijual para pedagang di Pasar Kayuagung, hasilnya aman dan layak di konsumsi atau tak terindikasi zat berbahaya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan OKI H Herman diwakili Kabid Kesmas, dr Hery mengatakan, bahan makanan yang mengandung Rhodamin dan Formalin jika terus menerus dikomsumsi akan sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Rhodamin, itu kan perwarna tekstil, begitu pun Formalin, yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, bila di konsumsi bisa berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit seperti gangguan hati, ginjal dan efek jangka panjangnya bisa terkena kanker,” jelasnya.

Terpisah IPTU M Wahyudi, Kanit Pidsus Satreskrim Polres OKI menambahkan, adanya temuan bahan makanan yang terindikasi zat berbahaya, maka kita bekerjasama dengan Dinas Perdagangan melakukan Penarikan bahan makanan itu dari pedagang.

“Selanjutnya akan kita lakukan penarikan bahan makanan tersebut dari Pedagang, sehingga tak lagi beredar di pasaran. Dan semoga kedepan, Para pelaku usaha tidak lagi memperdagangkan bahan makanan mengandung zat – zat berbahaya,” katanya.

Berharap, agar para pelaku usaha atau pedagang di pasar bisa lebih cerdas dan kritis terhadap produsen atau tengkulak, sehingga kesehatan masyakarat dapat terhindar dari pangan yang mengandung bahan berbahaya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *