oleh

Zia Siswi SDN 19 Lahat Rindu Sosok Seorang Guru Berharap Corona Segera Pergi

Lahat | Sudah delapan bulan tak sekolah secara tatap muka lantaran covid 19, membuat Ghaziyah Aulia,  siswi kelas III SD Negeri Percontohan 19 Lahat,  rindu akan sosok guru yang selama ini memberikan didikan kepadanya.  Tak hanya itu,  ia juga rindu bermain bersama teman temannya disaat jam istirahat sekolah.  Bahkan,  siswi yang beralamat di Perumahan Griya Rivari Lahat ini, bertanya tanya,  kapan kerinduan itu akan terobati dengan ia datang ke sekolah, bertemu dengan guru dan teman sekelasnya.  

“Virus corona ini jahat ya Yah.  Gara gara Corona kami tak pernah sekolah lagi, “keluh Zia,  saat berbincang dengan orang tuanya,  Kamis(19/11). 

Dikatakan Zia dengan polos,  sejak diliburkan dari sekolah bertatap muka,  ia hanya berjumpa sesekali dengan gurunya lewat handphone melalui pembelajaran sistem Daring.  Meski setiap hari ia tetap belajar dan mengerjakan tugas,  namun aktifitas tersebut tidak seperti sekolah langsung.  Apalagi,  diakuinya,  proses belajar yang ia jalani sangat terbatas. 

Zia sendiri, khawatir banyak pelajaran, pengetahuan dan pengalaman yang tertinggal akibat terlalu banyak belajar di rumah ketimbang di sekolah.  “Kapan si Yah,  corona pergi dari tempat kita?, “tanya Zia kembali.  

Kendati harus menahan rindu,  namun ia sendiri tampak sudah memahami jika libur panjang yang harus jalani demi menghindari corona.  Bahkan,  siswi cantik ini mengaku takut dengan corona setelah melihat dari televisi,  pemberitaan bahkan dari cerita cerita,  jika covid 19 bisa membunuh orang.  

“Yah di TV ada berita banyak orang yang meninggal akibat covid.  Kalau kita sering cuci tangan,  pakai masker dan tidak pergi ke mall atau jalan jalan bisa terhindar ya Yah dari virus corona, “kata Zia, sembari berdoa agar corona lari dari Indonesia dan ia bisa sekolah kembali.

Sementara,  sejak pandemi covid 19 melanda tanah air tak terkecuali di Kabupaten Lahat,  sekolah tatap muka ditiadakan.  Bupati Lahat,  Cik Ujang,  SH sejalan dengan Pemerintah pusat terus memperpanjang belajar jarak jauh atau mediakan belajar tatap muka.  Terakhir,  Bupati Lahat,  kembali mengeluarkan surat edaran jika sekolah tatap muka akan digelar Desember 2020. Kendati demikian,  hal itu masih akan melihat kembali situasi perkembangan covid 19, di kabupaten Lahat.  

Apalagi,  update terakhir situasi terkini perkembangan covid 19 di Kabupaten Lahat,  disampaikan juru bicara tim gugus tugas covid 19 Lahat,  Taufik M Putra,  sudah 21 orang yang meninggal dunia.  (Sfr)

#satgascovid19

#ingatpesanibu

#ibupakaimasker

#ingatpesanibujagajarak

#ingatpesanibucucitangan

#pakaimasker

#jagajarak

#jagajarakhindarikerumunan

#cucitangan

#cucitangandengansabun

Komentar

Berita Lainnya