oleh

Virus ASF Biang Kematian Babi di Bangka Belitung

BANGKA – Balai Veteriner Lampung Provinsi Lampung memastikan jika penyebab kematian babi di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung adalah positif demam babi Afrika atau virus African swine dan fever (ASF). Hal ini diketahui setelah dilakukan uji laboratorium.

Koordinator Informasi Veteriner Balai Veteriner Lampung, drh Tri Guntoro menjelaskan, kasus ini terjadi berasal dari kurang atau bahkan tidak ada nafsu makan sampai ditemukan pendarahan disebagai kulit babi. Setelah dilakukan otopsi hampir semua organ babi mengalami pendarahan.

“Virus jenis ini cukup berbahaya bagi babi yang belum ada antibodi karena angka kematiannya mencapai 80 sampai 100 persen,” jelasnya.

Virus ASF tambah dia ditemukan tahun 2019 di Medan Sumatera Utara. Virus ASF diduga berasal dari Tiongkok ke Mongol kemudian menyebar ke Asia Tenggara.

Tri mengatakan, ASF merupakan jenis arbovirus dengan sekitar 20 genotif yang sampai sekarang masih dikembangkan oleh para ahli untuk menemukan vaksinnya.

“Virus deman babi Afrika cukup stambil dengan kondisi lingkungan, virus yang ada di daging babi dapat bertahan selama 105 hari, daging babi yang digaram virus bisa bertahan sampai 182 hari bahan virus yang ada di daging babi beku mampu bertahan 1.000 hari,” jelasnya.

Daging babi yang dimasak kata dia, selama minimum 30 menit dengan suhu 70 derajat virus ASF akan mati. Penularan virus dapat melalui kontak antar babi atau dapat melalui media lain.

“Petugas hewan atau pedagang pengempul juga dapat menjadi media penularan ASF, seperti saat menggunakan peralatan yang sama pada babi yang terkena ASF ke babi yang lain,” ujarnya.

Pakaian yang dipakai oleh pengempul yang satu ke yang lainnya menurut dia, dapat menjadi media penularan virus. Babi yang terkena virus ASF dapat mengeluarkan virusnya dan menularkan ke babi yang melalui urine atau kotorannya.

Mencegah penyebaran virus ASF disarankam agar kadang babi harus benar-benar bersih, dilakukan penyemprotan cairan desinfektan dan segera memisahkan babi yang terjangkit virus demam Afrika.

Dia menyakinkan meskipun virus ASF cukup berbahaya bagi babi dan belum ditemukan vaksinnya, namun tidak berbahaya bagi manusia yang mengkonsumsinya.

Sementara Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung, drh Correy Wahyudi mengatakan, virus ASF saat ini baru ditemukan hanya di daerahnya di Kabupaten Bangka yang tersebar disejumlah desa.

“Sampai saat ini virus ASF hanya ditemukan di wilayah Kabupaten Bangka, strilisasi lingkungan kandang babi harus benar – benar diperhatikan dengan cara penyemprotan disinfektan karena, ditemukan kadang yang sudah kosong namun masih terdapat virusnya,” jelasnya.

Dia mengatakan, pencegahan virus dapat dilakukan dengan pembatasan akses orang lain masuk di lingkungan kandang bagi yang masih terdapat babi peliharaannya.

“Virus demam babi Afrika yang ditemukan pada daging bagi di Kota Pangkalpinang diketahui sumbernya dari Sungailiat, Bangka,” katanya. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya