pemkab muba pemkab muba pemkab muba pemkab muba pemkab muba
OKI Mandira

Turunkan Prevalensi Stunting, Kepala OPD di OKI Jadi Bapak Asuh Anak Stunting

172
×

Turunkan Prevalensi Stunting, Kepala OPD di OKI Jadi Bapak Asuh Anak Stunting

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Untuk mempercepat penurunan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadikan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting.

Tugas Kepala OPD dan pimpinan perusahaan BUMD dan swasta itu memberikan pendampingan kepada anak stunting secara berkelanjutan.

“Tujuan dari program ini untuk mencukupi kebutuhan makan bergizi bagi anak-anak,” ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten OKI, Saparudin, Kamis (28/12/2023).

Saparudin mengatakan, ada 8 rencana aksi terintegrasi program stunting. Antara lain analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan bupati/walikota tentang peran desa, pembinaan desa, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting dan review kinerja tahunan.

Ia mengungkapkan, penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten OKI harus dipertahankan dengan melibatkan seluruh pihak.

“Semua harus terlibat sebagaimana yang disampaikan Bapak Bupati, ada tim pangan, ada tim pola asuh, tim sanitasi dan tim lintas sektor untuk menjaga prevalensi stunting nasional berada di angka 14%,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati OKI HM. Djafar Shodiq mengatakan, saat ini program percepatan penurunan stunting menjadi program prioritas nasional, karena isu stunting atau kurang gizi buruk menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten OKI.

“Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten OKI telah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Kita harus terus jaga konsistensi ini, salah satunya dengan pola Duta Bapak Bunda Asuh Stunting untuk capai zero stunting,” ujar Shodiq.

Shodiq mengatakan, permasalahan percepatan penurunan stunting ini tidak dapat diselesaikan oleh jajaran BKKBN serta DPPKB semata.

“Sinergitas yang kolaboratif berbagai pihak adalah kunci keberhasilan. Seluruh pihak terkait program stunting harus lebih sering duduk bersama agar konvergensi atau intervensi secara terintegrasi dapat terwujud,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *