oleh

Songket Khas Palembang Ratunya Songket Nusantara

songketPALEMBANG I Banyaknya permintaan akan songket asli Palembang baik dari pasar lokal mau pun mancanegara membuat pamor songket asli Palembang tak di ragukan lagi di pasar songket nusantara. Hal ini di katakan Hermansya Mastari.SE, Pemilik Ayla Kirana Songket kepada berita musi saat di temui di galeri songket miliknya Jumat (16/4/2016).

Sebagai pemain yang sudah lama di bisnis songket asli palembang Hermansyah mengatakan, songket asli Palembang adalah songket yang istimewa di banding songket-songket dari daerah lain di nusantara, selain bernilai sejarah yang tinggi, songket asli Palembang juga memiliki mutu dan tingkat kerumitan yang tinggi dalam pembuatannya. “Jadi pantas kiranya jika songket asli palembang bisa di katakan adalah ratunya songket di nusantara,”jelasnya.

Lebih lanjut Hermansya mengatakan, songket asli palembang memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran,bahkan di pasaran lokal saja harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah, sehingga sebagian orang ada yang beranggapan bahwa memiliki songket asli Palembang adalah sebuah investasi.

Di galeri miliknya yang terletak di jalan Brigjen Hasin Celentang no 57 menurut hermansya setiap harinya hingga saat ini selalu ada saja transaksi penjualan songket asli palembang, “Walau tidak bisa di bilang murah, penjualan songket asli palembang, terutama jenis Tanjak/Rumpak dan Lepus ,setiap hari pasti ada transaksi disini dan rata-rata konsumen berasal dari luar kota,”terangnya.

Saat di tanya jenis songket apa saja yang saat ini sering di cari pasar dia mengatakan,  ada beberapa kualitas terbaik songket asli Palembang yang saat ini sering di cari yakni di antaranya jenis Nampak Perak,Bungo Cino,Limar Bekandang,Nago Besaung,  Lepus, Limar Antik, Bongket, Blosong, Tanjung, Dodot Lepus dan Rumpak/Tanjak.

Wastra tenun bernama songket,yang saat ini kita kenal songket  Palembang adalah sebagai salah satu warisan budaya dari kerajaan Sriwijaya.

Bukti-bukti songket sudah ada sejak jaman Sriwijaya bisa di simak dari pakaian yang menyelimuti arca-arca di komplek percandian Tanah Abang, Kabupaten Muaraenim.

Istilah Kain Songket sendiri berasal dari istilah kata sungkit, yang berarti “mencungkil” atau “mengait”. istilah kata ini terkait dengan cara membuat kain songket, yaitu dengan cara mengaitkan dan mencungkil kain tenun, lalu menyelipkan benang emas atau perak di dalamnya.

Selain itu, menurut pendapat beberapa orang, terutama daerah Palembang di Provinsi Sumatera Selatan, kata songket berasal dari kata songka, yaitu songkok yang dipercaya pertama kalinya dibuat dan ditenun dengan benang emas. (Sonny Kushardian)

Komentar

Berita Lainnya