oleh

Siap-siap Petani Sawit Dapat Alokasi Dana Rp 30 Juta per Hektar

BANGKA – Badan Pengelola dan Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP- KS) mengalokasikan dana sebesar Rp30 juta per hektare untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PPSR).

Tujuan PPSR, tidak hanya sebatas mengganti tanaman tua menjadi tanaman baru tetapi juga terkait produktivitas tanaman sawit rakyat juga lebih berdaya saing dan memberikan keuntungan. Disamping itu, manfaat PSR lainnya adalah pengaturan tata ruang perkebunan sawit lebih teratur.

Kepala Dinas Pertanian Babel Juaidi menerangkan, pihaknya masih menunggu jatah peremajaan sawit. Meski begitu, sejumlah kabupaten sudah mengusulkan. Seperti Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka.

“Kuota pusat banyak. Bangka dan Bangka Tengah siap mengusulkan,” ucapnya.

Juadi menerangkan, di Babel total luasan lahan kebun kelapa sawit lumayan luas. Milik perusahaan saja mencapai 170 ribu hektare. Sedangkan masyarakat mencapai 90 ribu hektare. “Belum lagi yang berada di kawasan hutan. Lumayan luas,” ucapnya.

Kabid Perkebunan Kabupaten Bangka, Subhan menambahkan, tahap pertama, PPSR di Kabupaten Bangka mencapai 63 hektare.

Subhan mengatakan ada beberapa syarat untuk bisa mendapat bantuan tersebut. Pertama syarat legalitas kelembagaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sudah terdaftar di Kementan RI, jumlah anggota minimal 25 orang. Kedua legalitas pribadi seperti KTP, KK, nomor rekening. Ketiga legalitas kebun berupa surat tanah minimal sampai tingkat desa berikut titik kordinat. Kempat harus ada kebun sawit.

Subhan menyampaikan setiap Kepala Keluarga (KK) maksimal akan menerima bantuan PPSR seluas 4 hektare.

“Setiap KK Maksimal 4 hektare, usia kebun di atas 20 tahun, atau produksi rendah walau belum usia 20 tahun. Batas minimal ajuan setiap desa 50 hektare, kalau tidak cukup jumlah hektar bisa gabung dengan desa lain, dibawah koperasi,” jelasnya.

Subhan mengatakan setiap petani yang memiliki 1 hektare lahan akan dibantu Rp30 juta. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya