oleh

PUBM dan PSDA Palembang Tuding Mafia Ruko Penyebab Banjir

PALEMBANG I  Tingginya Pembangunan rumah dan toko (ruko) yang tidak terkendali di Palembang saat ini juga dituding menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir dibeberapa titik ketika hujan melanda. Seperti Jl Mayor Ruslan dan Jl Veteran berderet ruko yang menutup saluran air di depan bangunan dengan semen secara permanen.

Kepala Dinas PUBM dan PSDA Palembang, Darma Budhy bahkan menyatakan, banyaknya ruko yang dibangun di Palembang saat ini dibekingi oleh “mafia” ruko. Menurutnya, ruko dibangun oleh para mafia ini yang kemudian dijual bagi pengusaha yang membutuhkan ruko untuk berbisnis,

“Mereka ini tidak peduli membangun ruko, termasuk tidak memperhatikan lingkungan. Setelah dibangun, ruko ini kemudian dijual sehingga yang menempati ruko juga tidak tahu menahu mengenai kondisi ruko yang tidak peduli lingkungan,”kata Budhy dalam Peringatan Hari Air Sedunia tahun 2016 di Ruang Rapat Parameswara Kantor Setda Palembang, Selasa (22/3).

Sebagian besar, drainase atau saluran air di depan ruko langsung dicor menggunakan semen permanen. Sehingga tak bisa dibuka dengan mudah untuk upaya pembersihan atau normalisasi saluran.

Budhy pun menilai petugas yang mengawasi dari Dinas Tata Kota Palembang kurang teliti dalam pengawasan kondisi bangunan dengan desain awal yang diajukan pemohon ketika pengajuan izin awal.

Menurutnya, ada dua izin yang harus dikantongi pemohon jika ingin membangun ruko, yakni Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Peruntukkan Bangunan (IPB).

“Ketika IMB keluar, baru akan ada tim gabungan dari Tata Kota, Pol PP, dan Kecamatan untuk mengecek IPB. IPB ini fungsinya ketika akan ada transaksi atau urusan di perbankan, pasti pemilik ruko akan diminta izin ini,”jelasnya.

Iapun berharap ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang dalam urusan perizinan. Pemilik ruko atau pemohon izin pembangunan harus dipanggil untuk mempertanggungjawabkan kondisi ruko mereka yang tidak sesuai dengan desain.

“Karena untuk lolos izin, pada desain harus dibuat sesuai dengan aturan. Harus ada drainase yang hanya ditutupi teralis yang bisa dibuka sewaktu-waktu. Minimal jarak antar hole 4-5 meter di depan tiap ruko,”jelasnya.

Ia menambahkan anggaran untuk nromalisasi sungai pada tahun ini mencapai Rp 40 miliar, dengan anggaran tersebut secara maksimal pihaknya terus melakukan nromalisasi sungai, karena sugai sebagai aliran air, dan banyak eceng godok yang ada disungai karena banyaknya sampah yang terbenam dalam air sehingga membuat eceng godok tumbuh dengan sumber. (Supardi)

Komentar

Berita Lainnya