oleh

Polresta Palembang Sebar Anggota Berpakaian Preman

PALEMBANG I Polresta Palembang menyebar sejumlah anggota berpakaian preman untuk mengamankan titik-titik keramaian yang menjadi tempat pemantauan Gerhana Matahari Total pada Rabu (9/3/2016).

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede di Palembang, Selasa, mengatakan sebanyak 1.027 orang personel gabungan disiapkan untuk pengamanan kegiatan tersebut yang berasal dari satuan Sabhara, Satreskrim, Satuan Intelkam, Satlantas, Brimob, dan aparat dari Polda Sumsel lainnya.

“Tentunya pengamanan akan diperketat di pusatnya yakni di Jembatan Ampera dengan menerjunkan sejumlah personel dengan berpakaian preman,” kata dia.

Ia mengemukakan upaya ini merupakan langkah antisipasi karena keramaian ini diperkirakan mencapai empat sampai lima ribu orang.

“Banyak macam kejahatan yang mungkin terjadi, seperti pencopetan, dan aksi kriminalitas lainnya, apalagi akan ada penutupan Jembatan Ampera,” ujar dia.

Untuk mengoptimalkan pengamanan tersebut, Polresta Palembang juga memerintahkan jajaran di tingkat polsek bersiaga dengan memantau tempat-tempat berkumpulnya warga saat GMT.

“Harapannya, saat GMT nanti suasana tetap kondusif dan aman, sehingga warga, baik wisatawan lokal maupun mancanegara bisa menikmati fenomena alam yang langkah ini,” kata Pardede.

GMT yang akan terjadi pada 9 Maret 2016 diperkirakan akan melewati sejumlah daerah di Tanah Air yakni Kabupaten Mukomuko (Bengkulu), Palembang, Tanjung Pandan (Bangka Belitung), Palangkaraya (Kalteng), Balikpapan (Kalsel), Palu (Sulteng), dan Ternate (Maluku Utara).

GMT ini diperkirakan akan kembali terpantau dari Indonesia pada 350 tahun mendatang.

Kota Palembang tidak mau menyia-yiakan kesempatan ini dengan merencanakan sejumlah kegiatan sekaligus untuk mempromosikan Asian Games ke-18 tahun 2018.

Salah satunya dengan menggelar festival GMT sejak 8-9 Maret, dan puncaknya menutup Jembatan Ampera sejak pukul 03.00 – 10.00 WIB untuk memaksimalkan momen ini. (republika)

Komentar

Berita Lainnya