pemkab muba pemkab muba pemkab muba
Bangka Belitung

Petani Sawah Desa Rias Resah, Tanah Gambut Berair dan Rawa Diduga Diperjualbelikan

153
×

Petani Sawah Desa Rias Resah, Tanah Gambut Berair dan Rawa Diduga Diperjualbelikan

Sebarkan artikel ini
pemkab muba

RIAS -Tanah Rawa, gambut yang kaya akan air dan subur, menjadi bahan perdebatan karena diperjualbelikan oleh sejumlah oknum masyarakat, di perbatasan Desa Jeriji – Bikang, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Senin (26/02/2024).

Dikhawatirkan, tindakan ini mengancam pasokan air bagi pertanian, terutama sawah di desa Rias yang merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Saat awak media mengkonfirmasi ke salah satu Aktivis Peduli Lingkungan yang berdomisili di Jakarta Ryan, untuk tanggapannya mengungkapkan masalah ini, itu lahan rawa, gambut tersebut seharusnya dijaga sebagai sumber air bagi sawah desa Rias yang merupakan lumbung pangan dan pertanian lainnya.

“Sawah-sawah di Desa Jeriji dicetak pada tahun 2017 melalui Program TNI Bekerjasama dengan kementerian pertanian, dan lahan gambut ini sangat penting sebagai cadangan air sawah Rias yang merupakan lumbung pangan dan pertanian lainnya,” ujarnya.

Lanjut bang Ryan sapaan akrabnya, sawah-sawah di Desa Rias tidak hanya menjadi andalan bagi ekonomi masyarakat setempat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Terletak di daerah perbatasan, Desa Jeriji dan desa Bikang menjadi tumpuan bagi pertanian di wilayah sekitarnya.

“Sawah-sawah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga berperan dalam memastikan ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Belitung secara keseluruhan,” ungkap bang Ryan.

Dengan diperjualbelikan nya tanah rawa, gambut yang menjadi sumber air bagi pertanian, terutama sawah di desa rias dengan luas sawah 2000 lebih hektar, sawah Desa Rias menghadapi ancaman serius terhadap pasokan airnya.

“Lahan rawa, gambut ini merupakan daerah resapan air yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian di wilayah ini. Jika terjadi penurunan pasokan air, bukan hanya pertanian yang terancam, tetapi juga 2000 lebih hektar sawah desa Rias terkena dampak serta keselamatan pangan masyarakat,” tegas Ryan. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *