oleh

Perum Agro Lestari Mandiri Launching Pupuk Kompos Setara

* Guna Memudahkan Petani

BANGKA – Perumda Agro Lestari Mandiri melaunching Pupuk Kompos Setara di rumah dinas Bupati Bangka, Jumat (11/6). Pupuk kompos hasil kolaborasi CV Sinyo Perkasa ini dihadirkan guna membantu para petani.

Pupuk kompos organik Setara ini diproduksi dari pabrik di Desa Jurung Kecamatan Merawang yang dikemas dalam karung plastik 10 kg dan dijual dengan harga Rp25.000 per karung.

Direktur Utama Perumda Agro Lestari Mandiri, Erlan Hadi Susanto mengungkapkan jika Pupuk Kompos Setara lahir dari kolaborasi antara pihaknya dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sinyo Surya Perkasa yang bergerak di bidang pembuatan pupuk kompos.

Pupuk kompos ini juga dipastikannya telah memenuhi standar SNI dan sudah teruji melalui berbagai tahapan.

“Kita sengaja menggandeng UMKM yang ada. Tapi tentunya untuk jadi produk yang ekonomis dan marketable harus kita support. Jadi di bidang produksinya mereka, sementara kami distributor tunggalnya. Pupuk ini sudah teruji, kita sudah uji lab, dan atas saran kawan-kawan di Dinas Pertanian dan Pangan makanya kita berani cantumkan kandungannya,” terangnya.

Saat ini kata Erlan pabrik Pupuk Kompos Setara yang berada di Desa Jurung, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka telah mampu memproduksi 40 ton pupuk kompos dalam sebulan.

Bupati Bangka Mulkan menjelaskan, keberadaan pupuk kompos ini guna meringankan beban para petani. Sebab, harga yang dibandrol adalah Rp25 ribu.

“Pemkab Bangka ingin meringankan beban petani kita. Banyak sekali manfaatnya, bisa mengembalikan kesuburan atau unsur hara tanah karena kalau kita terus-menerus menggunakan pupuk kimia maka tanah pun akan otomatis menjadi lahan kritis, harganya juga cukup terjangkau kemasan 10 kilogram hanya 25 ribu rupiah,” kata Mulkan.

Mulkan mengakui tingkat kepercayaan para petani di Kabupaten Bangka terhadap pupuk organik masih rendah. Namun dia yakin dengan pendekatan yang baik dari semua stakeholder pertanian di Kabupaten Bangka, pandangan tersebut bisa diubah.

“Karena petani kita kan sudah terbiasa menggunakan pupuk kimia. Sekarang pelan-pelan kita ubah mindset petani tersebut, bahwa pupuk organik itu sangat baik,” ujarnya. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya