oleh

Pendapatan Pajak Hiburan Diprediksi Turun

PALEMBANG I Dampak ditutupnya sejumlah tempat hiburan seperti panti pijat urut tradisional (PPUT), karoke dan diskotik selama bulan suci ramadan, berpengaruh langsung terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak hiburan yang mencapai Rp 300 juta atau setara 20 persen.

“Dampak dari penutupan tempat hiburan akan berpengaruh terhadap PAD Palembang, penuruan dikisaran Rp 300 juta selama ramadan,”kata Kabid Pendataan dan Penetapan Dispenda Palembang Sodikin, Selasa (24/5).

Menurut Sodikin peneriman PAD dari sektor pajak hiburan setiap bulan mencapai Rp 1,4 miliar, namun penurunan ini tidak akan terlalu signifikan bagi PAD Palembang, karena penutupan tempat hiburan hanya satu bulan saja, hal ini telah diberlakukan setiap bulan ramadhan.

“Tidak akan berpengaruh terlalu besar karena penutupan sementara, untuk menutupi itu tentu kami menggali potensi pajak dari sektor lain, dan pada tahun ini target PAD mencapai Rp 107 miliar,”kata Sodikin

Dijelaskan Sodikin, penutup tempat hiburan berdasarkan data yang dimiliki Dispenda kota Palembang PPUT mencapai 55 tempat, sedangkan tempat hiburan karoke sebanyak 26 tempat dan 4 diskotik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palembang.

“Sedangkan rumah makan tetap beroperasi namun penutupan hanya untuk tempat makan saja, kalau rumah makannya sebagian besar tetap buka,”ujarnya.

Menurut Sodikin pihkanya akan menyebarkan surat edaran kepada pemilik tempat hiburan melalui surat keputusan (SK) Walikota Palembang, dengan adanya surat edaran ini secara otomatis untuk sementara waktu dilarang beroperasi.

“Biasanya awal puasa sudah ditutup, penyebaran surat edaran akan melibatkan banyak pihak seperti kepolisian, Pol PP dan sebagainya,”ujar dia.

Kabid PBB dan BPHTB, Hermansyah mengungkapkan pihaknya berwacana akan mengenakan pajak terhadap pipa Pertamina, karena selama ini pajak pipa belum diberlakukan, sehingga dengan permberlakukan ini akan meningkatan PAD Palembang.

“Potensi-potensi pajak akan terus digali, dengan itu maka PAD Palembang akan semakin tinggi setiap tahun,”urainya.

Optimalisasi pajak untuk meningkatkan PAD Palembang sudah menjadi program utama Walikota Palembang H Harnojoyo, dengan program ini maka PAD Palembang setiap tahun akan mengalami angka yang signifikan.  (Supardi).

Komentar

Berita Lainnya