pemkab muba pemkab muba pemkab muba
OKI Mandira

Pemkab OKI Gencarkan Pasar Murah Untuk Kendalikan Harga

61
×

Pemkab OKI Gencarkan Pasar Murah Untuk Kendalikan Harga

Sebarkan artikel ini
pemkab muba

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus menggencarkan kegiatan pasar murah untuk mengendalikan harga. Berdasarkan pantauan, sejumlah bahan pokok di Pasar Kayuagung mengalami kenaikan harga jelang Ramadhan 2024.

Beras premium di Pasar Tradisional Kayuagung saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Semula Rp140 ribu per 10 Kg menjadi Rp 150 ribu per 10 Kg. Begitu juga harga cabe merah dari Rp 90 ribu per Kg naik menjadi Rp 120 ribu per Kg. Sementara ayam potong naik dari Rp 34 ribu per Kg menjadi Rp 38 ribu.

Kepala Dinas Perdagangan OKI Alamsyah mengatakan, kenaikan harga menjelang Ramadhan merupakan hal yang biasa terjadi. Banyaknya permintaan konsumen serta berkurangnya stok disinyalir jadi penyebab.

“Sebenarnya setiap tahun terjadi karena permintaan banyak sementara persediaan terbatas. Menjelang lebaran pun akan ada perubahan harga, nanti setelah pasokan normal akan pulih kembali,” ucapnya, Kamis (22/2/2024).

Sementara itu, Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis menangani lonjakan harga bahan pokok di pasaran.

“Hari ini sudah memasuki bulan kedua kegiatan pasar murah di tempat yang berbeda-beda, tentunya tujuan dari kegiatan pasar murah ini untuk membantu masyarakat agar mendapatkan bahan pokok dengan terjangkau,” ungkap Asmar.

Selain memberi akses pangan murah bagi masyarakat, pasar murah ini juga untuk pengendalian inflasi terpadu di Kabupaten OKI.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati Asmar juga melakukan penyerahan secara simbolis paket sembako dengan harga Rp 70.000.

“Hari ini paket yang ditawarkan bernilai Rp 70.000 yang terdiri dari 1/2 Kg bawang merah, 1/2 Kg bawang putih, 1/4 Kg cabe merah, 15 butir telur, 1 Kg gula pasir lebih murah Rp 30.000 dibanding harga pasar. Pasar murah ini diperintahkan langsung oleh pemerintah pusat, karena pemerintah tahu bahwa masyarakat saat ini sedang kesusahan disebabkan harga bahan pokok di pasaran mahal,” tandas Asmar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *