oleh

Pemasaran Sayur Jadi Kendala Petani Hidroponik Bangka

Bangka | Petani hidroponik masih menghadapi sejumlah kendala dalam mengembangkan usahanya. Salah satu kendala tersebut adalah pemasaran yang terbatas.

Hal ini diakui oleh Ketua Komunitas Tanaman Hidroponik Kabupaten Bangka Dodi. Menurut dia, animo masyarakat untuk menanam dengan pola hidroponik cukup tinggi. Bahkan, bagi yang memiliki modal ada yang membuka green house kebun hidroponik sendiri.

“Karena kadang – kadang di mereka juga yang mempunyai modal yang cukup banyak membuat green house, cuma memang untuk lubang tanamnya mungkin terbatas hanya seribu, walaupun seribu kalau pas panen mereka agak bingung untuk memasarkannya,” kata Dodi.

Solusi yang dilakukan sekarang, menurut Dodi, pihaknya menjalin koordinasi antar komunitas untuk dapat saling menyuplai jika adanya permintaan atau pesanan sayur hidroponik, sesuai dengan permintaan konsumen.

Untuk saat ini, pihaknya sudah memiliki langganan untuk 5 restoran dan rumah makan. Hanya saja tidak semua jenis tanaman sayur, melainkan hanya tertentu saja seperti kailan.
,
Disinggung dukungan pemerintah, menurut Dodi sangatlah maksimal. Bahkan kata dia, ide pembuatan ini juga berasal dari Bupati Bangka Mulkan.

“Pak Bupati Bangka memotivasi dan mensupport kami untuk membuat kebun percontohan sayuran hidroponik agar masyarakat bisa belajar dan mencontoh cara budidaya sayuran sistem hidroponik di rumah masing-masing agar bisa memproduksi sayuran sehat tanpa pestisida,” kata Dodi.

Diketahui, hidroponik ini adalah sistem atau teknik cara menanamkan sayuran yang menekankan pada kebutuhan unsur hara yang esensial dibutuhkan tanaman, sehingga mendapatkan pertumbuhan tanaman yang maksimal.

Saat ini, hidroponik yang dikelola Dodi memiliki 1.700 lobang tanam, 400 lobang peremajaan dan gas bucket untuk tanaman buah. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya