pemkab muba pemkab muba pemkab muba pemkab muba pemkab muba
OKI Mandira

OKI Intervensi Cegah Stunting Secara Serentak

53
×

OKI Intervensi Cegah Stunting Secara Serentak

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya. Melalui launching intervensi serentak pencegahan stunting, Pemkab OKI menarget 9.132 ibu hamil, 61.804 balita,  234.886 calon pengantin terlayani.

“Kegiatan intervensi serentak ini merupakan upaya pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayah Kabupaten OKI,” ujar Pj. Sekda OKI M. Refly saat launching intervensi serentak pencegahan stunting yang dilaksanakan di Posyandu Cempaka Kelurahan Paku Kecamatan Kayuagung, Kamis (6/6/2024).

Kegiatan ini merupakan upaya terintegrasi dari berbagai dinas dan instansi terkait untuk mencegah stunting. Intervensi yang dilakukan meliputi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh anak, serta pemberian makanan tambahan bagi balita stunting.

Pj Bupati OKI Asmar wijaya mengatakan, sasaran pengukuran dan intervensi serentak ini adalah semua calon pengantin, ibu hamil, dan balita yang diharapkan selalu datang ke Posyandu untuk dilakukan pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi dan intervensi.

“Saya berpesan kepada petugas Puskesmas, seluruh kader Posyandu, kader pendamping keluarga dan seluruh jajaran perangkat desa, kecamatan sampai tingkat kabupaten, untuk mengecek betul kondisi ibu hamil dan gizi balita di wilayah masing-masing,” pesan dia.

Asmar meminta untuk para calon pengantin, para calon ibu atau ibu hamil, agar setiap bulan secara rutin datang ke Posyandu untuk melakukan cek kesehatan, agar bisa dipantau tumbuh kembangnya.

“Dengan komitmen bersama, kita dapat mencegah stunting dan memberikan perlindungan terbaik bagi generasi masa depan di Kabupaten OKI. Semoga semua yang kita usahakan sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting berjalan lancar, dan kita doakan semua anak-anak tumbuh sehat, cerdas, kuat dan memiliki budi pekerti luhur sehingga menjadi generasi yang berkualitas untuk Indonesia Emas 2045,” harap dia. (Jang Mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *