oleh

Naik, Harga Karet Kembali Tunjukkan Tren Positif

PALEMBANG | Memasuki pekan kedua bulan Februari 2021 harga karet masih terus mengalami kenaikan. Untuk harga karet kadar kering (KKK) 100 persen Rp18.872/Kg, KKK 70 persen Rp13.210, KKK 60 persen Rp11.323/Kg, KKK 50 persen Rp9.436/Kg, KKK 40 persen Rp7.549/Kg.

Dibandingkan pekan pertama Februari kemarin harga karet kadar kering (KKK) 100 persen Rp18.845/Kg, KKK 70 persen Rp13.192, KKK 60 persen Rp11.307/Kg, KKK 50 persen Rp9.423/Kg, KKK 40 persen Rp7.538/Kg naik dikisaran harga Rp27 rupiah.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Aprian mengatakan, Harga karet pada Senin, 8 Februari 2021 kembali mengalami kenaikan Rp. 27.

“Kita patut bersyukur karena harga karet terus menujukkan tren positif,”ujarnya.

Akan tetapi, dirinya tidak dapat memprediksi berapa lama tren ini positif ini akan bertahan. Karena menurutnya, harga karet dapat berubah dengan cepat jika dipengaruhi factor iklim dan gangguan kondisi alam.

Ditambahlagi belum adanya pemicu yang bisa membuat harga karet naik terus. “Bersyukur masih bisa bertahan di harga 18 – 19 ribuan,”terangnya.

Ia menjelaskan hingga saat ini harga karet KKK 100 persen ini relatif stabil di kisaran Rp18.000/Kg-Rp19.000/Kg. Dengan harga ini menurutnya, petani sumsel juga turut menikmati harga yang relatif lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Dirinya menyarankan, kepada para petani karet untuk menjual hasil karetnya kepada Unit pengolahan dan pemasaran bokar (UPPB), karena ada beberapa manfaat yang didapat diantaranya, harga karet rakyat bisa lebih mahal dibandingkan menjual hasilnya kepada pengepul.

“Dengan menjual ke UPPB harga jual hasil bahan olahan karet rakyat (Bokar) bisa selisih antara Rp. 2.000,- sampai Rp. 3.000 perkilogram, jika dibandingkan dengan harga di pengumpul,”ungkapnya.(Romi)

Komentar

Berita Lainnya