oleh

Manfaat Pupuk Subsidi Masih Dirasakan Petani

BANGKA – Sejak merebaknya virus corona di tanah air, sepertinya berdampak kepada pembangunan nasional, tak terkecuali subsektor pertanian. Di tahun 2021, anggaran Kementerian Pertanian RI akan direfocusing sebesar Rp. 6,33 Triliun. Tidak hanya Kementan, hampir seluruh Kementerian mengalami hal serupa dimana anggaran untuk menanggulangi pandemi covid – 19.

Kondisi seperti ini berpengaruh terhadap pupuk subsidi bagi petani. Butuh langkah – langkah kongkrit mengatasi kebutuhan pupuk petani, jika memang pembatasan atau penghapusan pupuk subsidi terjadi.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Bangka melalui Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan ( PSP ) Sugeng Marsudi akan berupaya menggalakkan petani bisa membuat pupuk organik.

“Untuk tahun 2021 alokasi pupuk subsidi sudah dilaksanakan kuota sesuai ajuan, belum ada pengurangan. Jika terjadi pengurangan atau penghapusan pupuk subsidi, kita anjurkan petani membuat pupuk organik sendiri dengan bahan sekitar,” kata Sugeng Marsudi, Selasa ( 16/2/2021) siang diruang kerjanya.

Diakui Sugeng Marsudi, ada beberapa kecamatan yang sudah memproduksi Kompos , guna mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia subsidi.

“Mengenai produksi pupuk organik khusus diwilayah Kabupaten Bangka, petani sudah ada yang produksi. Seperti dilakukan petani muda di kecamatan Bakam, sudah membuat pupuk kompos yang direkomindasi oleh salah labortorium, dibawah bimbingan Dinas Pertanian dan BPP setempat,” terangnya.

Terpisah Sosiawinata ( 41 ) Ketua Gapoktan Hikmah Tani, Desa Banyuasin, Kecamatan Riau Silip pupuk subsidi sangat membantu petani.

“Selama ini saya becocok tanam Holtikultura menggunakan pupuk subsidi. Dari penekanan biaya operasional keberadaan pupuk subsidi sangat membatu kami sebagai petani,” jelasnya.

Ditanya apa langkah dilakukan memenhui kebutuhan pupuk, jika program pupuk subsidi dihapus?

“Waduh pak, kalau memang terjadi penghapusan program pupuk subsidi sangat disayangkan. Karena manfaatnya sudah kami rasakan, jika itu terjadi ya kami akan kembali membuat kompos,” kata dia. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya