oleh

Kini Kebun Hidroponik Bangka Setara Cocok Jadi Destinasi Belajar

BANGKA – Ada aktivitas seru yang bisa Anda lakukan jika sedang berada di Sungailiat, Kabupaten Bangka. Salah satu tempat yang bisa Anda jadikan destinasi belajar di sana adalah Kebun Hidroponik Bangka Setara.

Kebun ini merupakan tempat penanaman aneka sayur hidroponik. Selain itu, tempat ini juga menyediakan pelatihan hidroponik. Tempat ini cocok untuk Anda kunjungi jika ingin belajar segala sesuatu tentang hidroponik.

Berbagai macam sayuran ditanam di sini. Seperti kangkung, pakchoy, sawi termasuk juga melon. Bagi yang penasaran ingin langsung datang ke Kebun Hidroponik Bangka Setara, dapat langsung mengunjunginya di samping Kantor Dinas Penduduk Catatan Sipil Pemkab Bangka.

Jam operasional buka setiap Senin-Sabtu mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Selama masa pandemi, Kebun Hidroponik Bangka Setara menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik untuk pengunjung maupun staf.

Kepala Pengurus Kebun Hidroponik Bangka Setara, Dodi menjelaskan saat ini kebun telah memiliki 1.700 lubang tanam serta 400 lubang persemaian. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan sayuran hidroponik di masyarakat.

“Permintaan sayuran kita cukup banyak, bahkan restoran restoran di seputaran Sungailiat juga ada yang rutin memesan di kami. Sebelumnya mereka harus memesan sayuran dari luar daerah kini kita telah mampu memproduksinya dengan sistem hidroponik,” ungkap Dodi.

Dodi juga mengatakan, sejak dibuka tahun 2019 banyak sekali yang datang untuk belajar cara menanam hidroponik. Tidak hanya warga Sungailiat tetapi juga warga kabupaten lain seperti Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Bangka Barat.

“Selain kita menanam sayuran kita juga biasanya berbagi ilmu kepada siapa saja yang ingin belajar mengenai hidroponik,” kata Dodi.

Dodi menjelaskan, ilmu yang diberikan tentu saja gratis. Ia mengatakan, sangat senang bisa berbagi ilmu dan menularkan teknik menanam hidroponik tersebut.

“Metode menanam dengan cara hidroponik sangat tren. Bahkan, cara ini menjadi rekomendasi alternatif bercocok tanam, khususnya bagi siapa saja yang kesulitan menemukan lahan pertanian atau hanya memiliki tempat terbatas,” bebernya.

Kebutuhan air pada hidroponik juga lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Namun kata Dodi, juga harus memperhatikan beberapa aspek lain, yaitu ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya, dan juga suhu di sekitar tanaman tumbuh.

“Hal yang harus diperhatikan juga adalah air nutrisi yang benar-benar tepat dan dapat terserap dengan sempurna,” ucapnya.

Dodi mengajak siapa saja yang ingin belajar mengenai hidroponik dapat mendatangi lokasi Kebun Hidroponik Bangka Setara.(Doni)

Komentar

Berita Lainnya