oleh

Kembali Ricuh, Bacakan SK Mendagri Wakil Ketua DPRD OI Ambil Alih Pimpinan Sidang

Suasana kericuhan saat sidang paripurna di kantor DPRD OI.
Suasana kericuhan saat sidang paripurna di kantor DPRD OI.

INDERALAYA I Rapat paripurna dengan agenda jawaban Plt Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam terhadap dua raperda usulan eksekutif di Gedung Paripurna DPRD Ogan Ilir, Senin (18/4/2016) siang kembali ricuh. Lantaran tidak diindahkan Ketua DPRD OI H Ahmad Yani, Wakil Ketua DPRD OI Wahyudi mengambil alih pimpinan sidang dan langsung membacakan Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang pemberhentian dan pengangkatan HM Ilyas Panji Alam sebagai Bupati OI definitif.

Pantauan dilapangan, pasca Plt Bupati OI HM Ilyas membacakan jawaban eksekutif atas dua raperda terhadap pemandangan umum 7 fraksi DPRD OI, satu per satu anggota DPRD OI dari 5 fraksi kembali interupsi mendesak Ketua DPRD OI dan Sekwan DPRD OI segera membacakan SK Mendagri.

Merasa tidak diakomodir, akhirnya Wakil Ketua DPRD OI asal PDI Perjuangan OI Wahyudi angkat bicara didepan para anggota DPRD OI.

“Saya sudah tiga kali meminta Ketua DPRD OI maupun Sekwan untuk membacakan SK Mendagri. Saya tidak tahu surat apa yang dilayangkan Ketua DPRD OI ke Gubernur Sumsel. Ketua DPRD itu merupakan juru bicara DPRD. Jadi tiap mengambil keputusan harusnya kolektif kolegial. Jika melayangkan surat ke Gubernur harusnya Ketua DPRD OI dapat memberitahu ke anggota DPRD OI, bukan sendiri-sendiri,”tuturnya.

Soal Ketua DPRD OI menggunakan haknya untuk menjawab surat gubernur adalah hak dari Ketua DPRD OI.

Dia juga menginggatkan Ketua DPRD OI bahwa DPRD ini bukan lembaga untuk mengkaji hukum, melainkan memiliki tiga fungsi yakni legislasi, budgeting dan controlling.

“Jika Ketua DPRD OI maupun Sekwan tidak mau membacakan SK itu, maka saya sendiri yang akan membacakannya,”jelasnya.

Usai membacakan SK Mendagri dihadapan anggota DPRD OI dan mengetok palu sebagai penutup, sebagian besar anggota fraksi Partai Golkar tersulut emosinya. Perang argumentasi terus terjadi diruang paripurna.

Emosi anggota dewan makin menjadi tatkala ada oknum warga yang datang merangsek masuk menuju kursi anggota dewan dan secara langsung menghentakkan tangan ke meja. Aksi oknum warga itu sontak membuat anggota dewan langsung mengusir paksa warga itu ke luar. Sayangnya, baik anggota Satpol PP maupun anggota Polres OI tidak ada satupun yang menahan aksi warga mengentakkan meja tersebut.

Sementara itu, anggota Fraksi PAN OI Azmi A Hadi menegaskan bahwa ke depan pasti akan ada lobi-lobi fraksi lain untuk memproses pendefinitipan Bupati OI. Dari 7 fraksi, sekitar 5 fraksi yang mendesak agar segera dilakukan paripurna DPRD OI.

“Memang dalam aturannya tiap surat masuk harus dibacakan. Apalagi surat masuk itu menyangkut masalah bupati OI. Ya, kita akan tunggu balasan surat dari gubernur. Pimpinan DPRD OI sampai saat ini belum satu suara,”tuturnya. (ST)

Komentar

Berita Lainnya