oleh

Kelompok Pesona Cahaya Lestari Budidayakan Perikanan dan Wisata di Lahan Bekas Tambang

BANGKA – Kelompok Pesona Cahaya Lestari Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka membudidayakan kakap putih di lahan bekas eks tambang dengan menggunakan Kerambah Jaring Apung (KJA), di kawasan wisata Telaga Emas.

Ketua Kelompok Pesona Cahaya Leonardo mengatakan, semula memang pihaknya sudah membudidayakan kakap putih namun masih dalam skala kecil. Rencananya, melalui program CSR PT mereka akan membudidayakan 5000 ekor kakap putih.

“Sebelum membudidayakan ini, belasan anggota kelompok Pesona Cahaya Lestari akan diberi pelatihan mulai dari budidaya perikanan, pembuatan pakan untuk kakap putih, dan management,” kata Leonardo, Kamis (4/3).

Sekretaris Kelompok Pesona Cahaya Adam menambahakan, di kawasan budidaya ikan ini pihaknya juga sedang mengembangkan beberapa jenis budidaya lainnya seperti kepiting soka, gurami, nila, ikan petutu dan patin.

“Kami sudah ujicoba budidaya kakap putih dalam skala kecil, ini berhasil. Kami juga nantinya akan dilatih dan dibina. Budidaya ini di lahan bekas tambang, bahkan enggak jauh dari tempat budidaya ini masih ada tambang aktif PT Timah,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya program PPM ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan penghasilan masyarakat sekitar.

Selain itu, dengan terintegrasinya lokasi budidaya ikan air tawar di lahan bekas tambang dengan kawasan wisata diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa lahan bekas tambang dapat dimanfaatkan untuk budidaya perikanan.

“Lokasi budidaya perikanan ini satu bagian dengan kawasan wisata telaga emas, jadi nanti wisatawan yang datang bisa melihat lokasi bekas tambang ini bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan kami juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat,” sambungnya.

Ia berharap, nantinya melalui program pemberdayaan masyarakat ini semakin banyak warga yang paham dan dapat memanfaatkan lahan bekas tambang untuk budidaya perikanan. Sehingga nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Di kawasan budidaya perikanan ini juga, pihaknya juga menambahkan berbagai jenis tanaman untuk memperindah kawasan sehingga memiliki daya tarik wisata. Ikan-ikan yang dibudidayakan mereka juga bisa diolah dan dibeli masyarakat.

“Sekarang pemasaran kita ke resto yang ada di kawasan ini, masyarakat juga bisa membeli baik sudah diolah maupun mentah. Nantinya, juga dengan budidaya kakap putih bersama PT Timah kita berharap selain dijual di restoran tapi juga ada pembeli dalam skala besar,” ujarnya. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya