oleh

Jatanras Polda Sumsel Lumpuhkan Komplotan Spesialis Pecah Kaca Antar Negara

Palembang l Tiga komplotan spesialis pecah kaca di Sumsel kini dilumpuhkan Unit l Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Pimpinan AKP Willy Oscar. SE, Selasa (02/11/2021).

Diketahui tiga orang komplotan diamankan Opsnal unit l subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel yakni, Erwin Aprianto (43), dan Agus Isrok (51) Arifin Paris Syarkowi (48) meninggal dunia, ketiganya warga kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, sedangkan satu tersangka Bambang masih Dpo.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan. SIK melalui Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga SIK didampingi Kasubdit 3 Jatanras Kompol CS Panjaitan bersama Kanit l Jatanras Polda Sumsel AKP Willy Oscar. SE mengatakan, bahwa pihaknya berhasil mengamankan Tiga orang spesialis pecah kaca antar negara, yang mana ketiganya diberikan tindakan tegas dan terukur, satu diantaranya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

” Benar, saat ini masih kita dalami lagi kasusnya,” ungkapnya, Selasa (02/11/2021).

Tulus menjelaskan, Dalam pengembangan kasusnya, ternyata pelaku tersebut pernah juga beraksi di sejumlah negara di Asia Tenggara.

” Diketahui komplotan penjahat pecah kaca ini diringkus Unit l Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, dibawah pimpinan kanit l Jatanras AKP Willy Oscar. SE bersama Katim Opsnal Unit l Aipda Kelvin Marley 2002, sabtu dan minggu (29-30/10/2021) di tiga tempat yang berbeda di Sumatera Selatan,” terangnya.

Adapun tersangka Erwin dan Agus diamankan, Sabtu (29/10/2021) sekira pukul 23.00 WIB, dikawasan di tepi Jalan Suryadi blok D kecamatan Mesuiji kabupaten OKI, sedangkan tersangka Aris satu hari kemudian dikediamannya di Jalan Sarjana Perum Griya Imania Timbangan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

” Jadi, pelaku 363 Khup pidana dengan modus pecah kaca kita amankan 3 orang dari 4 pelaku di daerah Ogan Ilir Sumatera Selatan, dan untuk informasi lainnya akan kita kembangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, dari nyanyian tersangka Erwin Aprianto mengatakan bahwa dirinya saat kejadian berperan sebagai yang memecahkan kaca dan mengambil tas yang berisikan Rp128 juta, uang dalam mobil Pajero, sedangkan tiga rekannya menungggu di dalam mobil.

” Dari hasil tersebut uangnya dibagi 4, masing-masing Agus dan Aris mendapatkan Rp30 juta, sedangkan Bambang (dpo) Rp 38 juta,” ujarnya.

Lanjut, Erwin menceritakan, bahwa dirinya sejak 1996 sudah keliling lndonesia dan luar negeri, sambil belajar bahasa, bisa bahasa Inggris, Thailand, pernah ke Timur Leste, Brunai Darusalam, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar, Oman dan balik Palembang.

” Saya diluar negeri sekitar dua minggu, sekitar satu tahun di Malaysia kemudian diajak teman-teman Duta Kayu Agung untuk berkeliling negara lain, waktu mau keluar negeri dan sering stand by di Batam dengan duta itu jadi banyak belajar dan kenal,” bebernya. (Abdus)

Komentar

Berita Lainnya