oleh

Impor Beras, HKTI Babel Sebut Petani Merugi

BANGKA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ikut mempertanyakan rencana pemerintah pusat mengimpor 1 juta ton beras. Jika ini terjadi maka akan merugikan petani lokal.

Sekretaris DPD HKTI Babel Jauhari mengatakan pihaknya tetap menjaga supaya harga gabah kering beras, hasil produksi petani dalam negeri tidak jatuh nanti Saat ini harga gabah Rp4.600 per kilogram. Jika terjadi impor kata Jauhari, harga akan semakin merosot.

“Bisa diharga 3 ribu malahan 2 ribu lebih. Sedangkan untuk operasional petani itu kita sudah hitung diangka 3 ribuan per kilo,” kata Jauhari.

Dikatakan Jauhari, pihaknya terus melakukan koordinasi bersama HKTI seluruh Indonesia, dimana beberapa daerah seperti Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Sumatera rata – rata akan panen raya April 2021 mendatang.

Untuk itu, pihaknya terus memantau rencana impor beras yang akan dilakukan Kementerian Perdagangan.

Pemerintah pusat merencana impor beras 1 juta ton dilakukan demi menjaga ketersediaannya di dalam negeri supaya harganya tetap terkendali. Rinciannya, impor 500 ribu ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500 ribu ton sesuai dengan kebutuhan Perum Bulog. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya