oleh

Ikan Bawal Hybrid Jadi Primadona di Kepulauan Riau

RIAU – Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam telah berhasil memproduksi benih ikan bawal hybrid secara massal.

Bawal ini merupakan hasil persilangan antara bawal bintang jantan dan bawal emas betina. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu. Keberhasilan ini menjadi terobosan terbaru untuk mendorong produksi perikanan budidaya laut.

“Saya memberikan apresiasi sekaligus bangga dengan keberhasilan BPBL Batam yang telah berhasil memproduksi benih bawal hybrid serta bawal emas yang notabenenya sebagai ikan yang sulit dipijahkan. Keberhasilan tersebut diharapkan mampu mendukung galur murni bawal emas dan bawal bintang bisa terus terjaga kemurniannya. Hal ini membuktikan bahwa saat ini status pengembangan teknologi pembenihan untuk memproduksi benih unggul kian dinamis,” terang Tb. Haeru seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Tb. Haeru mengatakan saat ini peluang pasar ikan bawal cukup besar, apalagi bawal emas memiliki potensi di pasar ekspor.

“Sekali lagi, inovasi teknologi ini merupakan inovasi besar karena bawal hybrid ini informasinya mempunyai keunggulan pada ketebalan daging, pertumbuhannya yang lebih cepat, serta tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Tentunya, budidaya ikan bawal hybrid ini sangat membantu pembudidaya dalam hal biaya produksi dan pendapatannya. Diharapkan, budidaya ikan bawal hybrid ini ke depannya dapat menyebar di luar wilayah Provinsi Kepulauan Riau sehingga percepatan nilai produksi ikan laut meningkat secara signifikan,” paparnya.

Inovasi teknologi yang sudah dihasilkan oleh BPBL Batam merupakan komponen yang mendukung produksi untuk ekspor dan pasar domestik dengan pendekatan blue economy.

Inovasi ini dapat memudahkan pembudidaya dalam usaha budidaya ikan bawal karena produktivitas dan pendapatan meningkat.

Tb. Haeru berharap capaian dan inovasi ini tidak berhenti di sini. Unit Pelayanan Teknis (UPT) DJPB harus membenihkan secara massal agar bisa didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Toha Tusihadi, menjelaskan, pemijahan bawal bintang cukup mudah, tetapi rasa dan kualitas daging bawal bintang kurang premium dibanding bawal emas.

Sementara itu, bawal emas cukup sulit dipijahkan sehingga harus melalui inovasi teknologi hibridasi. Jadi, kelebihan fenotip bawal emas bisa membuat bawal hybrid disukai oleh konsumen di pasar internasional. (Pertanianku)

Komentar

Berita Lainnya