pemkab muba pemkab muba
OKI Mandira

Gelar Musrenbang, Camat Teluk Gelam: Prioritas di Kecamatan Ini Adalah Jalan

344
×

Gelar Musrenbang, Camat Teluk Gelam: Prioritas di Kecamatan Ini Adalah Jalan

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang dilakukan untuk mencapai suatu kondisi ideal yang kita inginkan. Perubahan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik itu melalui pengadaan prasarana, penciptaan atau penataan struktur, ataupun pembentukan mentalitas tertentu.

“Pembangunan juga merupakan suatu proses transformasi dari kondisi aktual yang dirasakan masih kurang kepada kondisi ideal yang diharapkan dapat dipenuhi,” kata Camat Teluk Gelam Trisnopilhak ST M.Si dalam sambutannya di acara musrenbang tingkat Kecamatan Teluk Gelam, Rabu (28/2/2024).

Dia kembali menjelaskan, Kecamatan Teluk Gelam terdiri dari 14 desa yang mayoritas masyarakat petani dan berkebun. Untuk hasil kebun dan petani di Kecamatan Teluk Gelam ini sangat berpotensi.

“Sementara itu untuk kendala yang prioritas di Kecamatan Teluk Gelam ini adalah jalan. Dimana masih banyak jalan yang belum diaspal atau dicor,” tambah dia.

Selain hal tersebut, ada juga usulan yang ada di desa, diantaranya rehab bangunan gedung Puskesmas Sugihwaras, penggalian kolam depan Puskesmas serta pagar SMPN 1 Teluk Gelam. Kemudian Puskesmas Mulyaguna tidak memiliki gedung obat, rehab SDN 1 Muara Telang, pembangunan gedung Perpustakaan Panca Tunggal Benawa, pembangunan jalan Desa Talang Pangeran yang saat ini kondisinya sudah mulai rusak dan pembuatan jembatan, serta pembangunan Balai Desa.

“Ada lagi pembangunan jalan Muara Telang – Penyandingan sepanjang 8 KM dan gedung Taman Baca. Lalu pembangunan gedung guru SD Mulyaguna dan gedung, serta pengadaan LPJU Muara Telang,” jelas camat.

Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten OKI Aidil Aswari SP M.Si yang diwakili Kabid SDM Drs. A. Gusti ST M.Si menyampaikan, pembangunan tidaklah menjadi tanggung jawab pemerintah semata, meskipun domainnya berada pada pemerintah. Namun, keterlibatan atau partisipasi semua pihak sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian indikator pembangunan.

“Partisipasi semua pihak, dimulai dari proses perencanaan, proses pelaksanaan pembangunan itu sendiri, bahkan lebih jauh lagi adanya partisipasi dalam memelihara hasil-hasil pembangunan. Untuk itu pembangunan haruslah menjadi milik bersama, harus ada rasa memiliki oleh semua pihak, sehingga keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan dapat terjaga,” kata dia.

Melalui forum musrenbang ini, kata dia, pihaknya bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan yang kita hadapi, antara lain kerusakan infrastruktur dan degradasi lingkungan, masih rendahnya indeks kesehatan, rendahnya daya saing pendidikan, masih tingginya angka kemiskinan dan lain sebagainya.

“Untuk itu, berilah masukan-masukan konstruktif bagi pembangunan di tahun 2025 yang akan datang, dengan memperhatikan kemampuan dan kewenangan yang kita miliki,” jelasnya.

Kemampuan daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan masih terbatas, untuk itu perlu kesadaran dan pemahaman semua pihak mengenai keterbatasan tersebut, bahwa tidak semua program akan dapat didanai, tetapi haruslah disusun prioritas dari daftar panjang program-program yang ada.

Selain itu, perlu juga dicarikan peluang pendanaan dari sumber lain, baik dari APBD Provinsi, APBN maupun kerja sama swasta dalam rangka investasi. Kemudian, dengan adanya kerja sama dan sinergitas dengan kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta pemerintah pusat, sehingga berbagai isu dan permasalahan yang berkembang dapat segera direspons ke arah yang lebih baik.

“Keakuratan data sebagai basis perencanaan haruslah diperkuat, sehingga tidak terjadi salah perencanaan yang mengakibatkan tidak efektif dan efisiennya pembangunan. Disamping itu, pembangunan juga harus mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan lingkungan. Dalam upaya eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber daya alam untuk tujuan ekonomi dan pembangunan, haruslah diingat bahwa masih ada generasi mendatang yang juga harus hidup dari kekayaan alam yang kita nikmati sekarang,” pungkas dia.

Hadir pula dalam acara ini, Kapolsek Teluk Gelam, Danramil Teluk Gelam, Kepala Puskesmas, Ketua PKK serta para kades se-Kecamatan Teluk Gelam. (Jang Mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *