oleh

Eddy Yusuf dilaporkan ke GAKKUMDU OKU

BATURAJA – Diduga melakukan pelanggaran terhadap PKPU nomor 8 tahun 2017 yang mengatur tentang simpatisan tidak boleh mengkampanyekan kolom kosong, Edy Yusuf, kandidat calon Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) dilaporkan Forum Pemuda Peduli Demokrasi ke GAKKUMDU OKU.

Ahmad Mubasyir Ketua Forum ditemui di sentra Gakumdu OKU mengungkapkan, seharusnya Edy Yusuf mengerti serta memahami tentang PKPU nomor 8 tahun 2017. “Edy Yusuf juga harusnya faham dengan UU nomor 1 tahun 2015 tentang kampanye. Bahwa yang diperbolehkan kampanye itu harus memenuhi syarat seperti adanya pasangan calon sesuai keputusan KPU, program kerja disertai visi-misi,” Kata Ahmad.

Ahmad Mubasyir juga menilai, jika pergerakan Edy Yusuf yang menyambangi masyarakat di pasar tradisional dan daerah-daerah dengan adanya alat peraga seperti kaos yang bertuliskan relawan kotak kosong serta kode-kode jari seperti mengajak warga untuk memilih sudah menyalahi PKPU.

Selain Edy Yusuf, Forum Peduli Demokrasi juga melaporkan dugaan ujaran kebencian di beberapa akun sosial media seperti akun sosmed milik Jasa Hardi karena dinilai menyalahi PKPU. Dalam akun tersebut bertuliskan “Ingat….! 9 Desember 2020. kalau ingin menuntut perubahan mari sama sama kita coblos kolom kosong. #KOKO.#GANTI BUPATI”.

“Ini jelas, ada upaya ajakan yang dibumbui dengan penggiringan opini kepada masyarakat. Mari kita sama-sama mentaati peraturan yang telah dibuat. Peda pilihan itu biasa, pakailah cara-cara yang bijak dalam mensosialisasikan dan atau mengkampanyekan pilihan kita,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Bawaslu OKU akan mengkaji serta mempelajari laporan dari Forum Pemuda Peduli Demokrasi. Rencananya hari Jumat pihak pelapor disuruh datang kembali untuk mengetahui apakah laporan mereka diregistrasi atau tidak. (Redo)

Komentar

Berita Lainnya