oleh

Dulu ‘Hama’ Kini Jadi Bernilai, Pemkab Lahat Dorong Warga Bertanam Talas Beneng

LAHAT – Mengetahui kini memiliki nilai jual dan menjadi perburuan pengusaha lantaran menjadi tanaman ekspor ke berbagai negara, Pemkab Lahat, kini mendorong warga khususnya yang memiliki lahan untuk menanam tumbuhan talas beneng atau bagi masyarakat Lahat disebut keladi.

Selain bisa diekspor tanaman ini juga bisa dimanfaatkan dan diola sebagai pangan lokal lantaran mengandung protein.

Wakil Bupati Lahat, H Haryanto, SE MM MBA, mengungkapkan talas beneng sebenarnya sudah lama tumbuh di Lahat. Namun selama ini tidak memiliki nilai jula dan tak banyak yang tahu. Nah, sekarang talas bening menjadi komoditi baru terlebih sudah banyak peminatnya bahkan bisa diekspor. Dengan demikin, ujar Haryanto, tanaman ini bisa menjadi potensi dalam peningkatan kesejahteraan warga.

“Selain sangat mudah ditanam dan terbukti bisa tumbuh di Lahat, pengolaanya juga tidak sulit. Dengan waktu empat bulan sudah bisa dipanen,”terangnya, saat melakukan tanam perdana talas beneng di Desa Penantian Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat.

Dalam tanam perdana tersebut di siapkan 8 ribu batang dengan luas lahan satu hektar. Haryanto, sendiri berharap tanaman tersebut akan diminati warga di Lahat dengan memanfaatkan lahan yang ada. Tak hanya itu, masih panen yang tergolong singkat akan mampu menyeimbangkan penghasilan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga. “Ya kita akan dorong terus petani atau warga. Potensi ini harus kita manfaatkan disamping komoditi lain seperti kopi, padi karet dan lainya, “sampainya, ((31/3/2021).

Sebelumnya, Bagi warga Lahat sendiri, talas beneng selama ini dianggap tumbuhan liar dan menjadi ‘hama’ bagi tanaman lain lantaran tanaman bernama latin xanthosoma sangat mudah menyebar. “Saat ini tanaman ini sangat bernilai. Makanya, kita mulai menanam di sekeliling kantor Polsek Kota Lahat. Tujuan mendasar kita untuk memberitahu kepada warga bahwa tales beneng ini bisa menjadi peluang usaha baru untuk meningkatkan perekonomian warga terutama di masaa covid 19 ini, “terang Kapolsek Kota Lahat, Iptu Irsan Rumsi, SE,

Dilanjutkan Irsan, daun, tunas dan umbi talas beneng bisa dipanen dan kini mulai di ekspor keberbagai negara seperti Negara Belanda, India dan turki tiga negara ini memnfaatkan talas beneng untuk makanan dan kosmetik. Sementara, Negara Selandia Baru dan Australia daun talas digunakan untuk pengganti tembakau. Sementara, saat ini sendiri di Lahat, sudah ada pengepul talas beneng yakni di Simpang Talang Kabu, Kelurahan Pagar Agung. Daun dan umbi dihargai Rp1.000 perkilonya.

“Umbinya itu selain bisa dimasak juga bisa untuk berbagai makan olahan. Nah, makanya kita tanam kita ingin warga Lahat tahu. Manfaatkan lahan untuk tanamanan ini. Sangat mudah tumbuh. Jadi jangan dibasmi lagi talas beneng,”sampainya. (Sfr)

Komentar

Berita Lainnya