oleh

Dja’far Shodiq Sebut Hengkang dari Demokrat Karena Tidak Diberi Pemahaman Tentang Partai

Ogan Komering Ilir | Wakil Bupati OKI, HM Dja’far Shodiq membeberkan beberapa alasan dirinya hengkang dari partai Demokrat. Menurutnya, selama menjadi anggota partai berlambang merci itu dirinya sangat ingin memahami tentang partai tersebut akan tetapi dia mengaku tidak pernah mendapatkan pemahaman tersebut bahkan dirinya tidak pernah diundang Ketika rapat partai.

Wabup mengibaratkan dirinya masuk ke partai Demokrat tersebut seperti seorang mualaf yang baru memeluk Islam. “Saya mengibaratkan bahwa say aini seorang mualaf yang baru masuk Islam sebagai seorang mualaf harusnya saya diajarkan tentang agama tersebut tapi yang kenyataannya dirinya tidak pernah mendapatkan pelajaran tersebut,”jelas dia saat ditemui di rumah Dinas Wakil Bupati Selasa pagi (22/6/2021).

Alasan ketidak tahuannya terhadap partai Demokrat ini menjadi salah satu alasan dirinya hengkang dari partai tersebut. “Ya selain itu saya juga mau fokus bekerja sebagai wakil bupati saya juga ingin semua partai merasa memiliki,”katanya.

Katanya, dirinya di partai Demokrat itu juga bukan siapa-siapa bahkan dirinya hanya anggota yang tidak ada di struktural partai. “Harusnyakan tidak masalah jangan terlalu dibesar-besarkan,”cetusnya.

Saat ditanya adakah hubungannya keluar dari partai demokrat dengan kontestasi politik 2024, orang nomor dua di bumi bende seguguk ini menjawab bahwa tidak ada hubungan sama sekali dan dia keluar dari Demokrat bukan karena Pilkada 2024 mendatang.

“2024 masih jauh. Jangan dulu kita pikirkan Pilkada, karena akan menjadi sandungan kerja karena saya masih menjabat Wabup,”ujar dia.

Katanya, keluar Parpol dan masuk Parpol lain bagi politisi itu hal biasa. “Dulu saya di Golkar dan jadi anggota legislatif dari Golkar. Namun saat Pilkada 2018 saya jadi Cawabup bukan diusung Golkar karena Golkar mengusung pasangan lain,”kata pria yang juga mantan Kades ini.

Selain itu dirinya juga menepis isu soal adanya tawaran untuk menjadi Ketua Parpol lain.  “Sejauh ini belum ada tawaran langsung kepada saya kalaupun nantinya saya diminta untuk menjadi ketua salah satu parpol ya saya siap tapi kalau mau jadi ketua parpol dengan menyikut kiri-kanan saya tidak mau,”terangnya.

Diberitakan sebelumnya, petinggi Demokrat OKI mempertanyakan komitmen Dja’far Shodiq. Ketua DPC Partai Demokrat OKI H Agus Salim SE MM memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan anggota DPRD OKI dari Fraksi Partai Demokrat untuk berkonsultasi ke Kemendagri RI terkait status hukum jabatan wakil kepala daerah yang sebelumnya diusung, namun kini mengundurkan diri.

“Melalui rapat internal yang saya pimpin kemarin, kami akan melaporkan perihal pengunduran diri Dja’far Shodiq dari kader Demokrat ke Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ir H Ishak Mekki MM,”ucapnya. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya