oleh

Direktorat PPH Perkebunan Berikan Stimulus UPPB yang Teregistrasi

PALEMBANG – Kepala Dinas Perkebunan Sumsel melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan H Rudi Arpian SP MSi menyampaikan, guna meningkatkan mutu bokar di tahun 2021 ini, Ditjen Perkebunan melalui Direktorat PPH Perkebunan akan memberikan stimulus bagi UPPB yang sudah diregistrasi berupa pengadaan pembeku lateks

Secara nasional jumlah UPPB yang sudah diregistrasi ada 545 UPPB, dari 13 Provinsi Penghasil Karet, Sumatera Selatan saat ini terbanyak yang sudah diregistrasi yaitu sebanyak 290 UPPB, diikuti Kalimantan Selatan 152 UPPB, Kalimantan Tengah 33 UPPB, Riau 27 UPPB, Jambi 26 UPPB, Kalimantan Barat 10 UPPB provinsi lain 33 UPPB

“Keberhasilan pembentukan UPPB ini tidak terlepas dari Keberhasilan pemasaran Bokar melalui Lelang 4S (Satu lokasi, Satu mutu, Satu harga dan Satu hari lelang). Di mana ada perbedaan harga antara Rp,3.000-Rp.4000,- antara menjual secara mandiri/tradisional dengan menjual secara berkelompok dalam kelembagaan UPPB melalui lelang 4S,” diuraikan Rudi Arpian.

Salah satu penyumbang naiknya NTP (Perkebunan Rakyat) adalah harga jual karet rakyat dengan sistem lelang 4S semakin bagus dan bisa memperpendek rantai Tata niaga sehingga harga yang didapat petani lebih tinggi

NTP menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Selain itu, nilai ini menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi untuk biaya produksi.

“Adanya perbedaan harga inilah UPPB di Provinsi Sumatera Selatan cepat berkembang, Desember 2021 Jumlah UPPB ada 279 UPPB,” cetus Rudi lagi.

Saat ini sampai 30 Mei 2021, jumlah UPPB tercatat 302 UPPB dimana ada 9 UPPB sudah diregister dan 14 UPPB dalam proses. Sementara yang masih dalam tahap pembinaan ada 25 UPPB.

“Insyaallah target 50 UPPB Tahun ini bisa tercapai,” Rudi optimistis. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya