oleh

Cegah Kejahatan Seksual,Ratusan Miras Ditertibkan

PALEMBANG I Untuk mencegah terjadinya kejahatan seksual salah satunya karena mengkonsumsi minuman keras seperti yang menimpa siswi SMP di Bengkulu,  Walikota Palembang mengintruksikan  satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang melakukan razia di sejumlah lokasi yang berlangsung Rabu (11/5/2016) malam.

Dalam razia tersebut Satpol PP Kota Palembang, berhasil mengangkut ratusan jerigen miras jenis tuak dan ratusan botol miras berbagai merek yang disisir di beberapa sudut Kota Palembang.

Tidak hanya berhasil menyita miras dari warung-warung yang berada di beberapa tempat di Palembang, Satpol PP Kota Palembang juga berhasil mengangkut Pekerja Seks Komersil (PSK), yang menjadi penyakit
masyarakat.

Kepala Satpol PP Kota Palembang, Tatang Dukadireja melalui Sekretaris Satpol PP, M. Sabar mengatakan, dari hasil razia penyakit masyarakat menindaklanjuti instruksi terkait ‘Darurat Kejahatan Seksual” secara nasional, pihaknya berhasil mengamankan ratusan jerigen tuak dan ratusan botol miras dari segala jenis dan merek.

“Karena mendapapatkan t instruksi langsung dari Walikota Palembang, untuk segera menjalankan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), terkait darurat kejahatan seksual, yang diakibatkan miras. Malam ini kita juga mengamankan dua mobil agen tuak, yang terparkir,”kata Tatang, Kamis (12/5).

Selain itu, razia yang dilaksanakan pada hari ini, merupakan pelaksanaan amanat Undang-undang (UU) no 23 tahun 2015 pasal 25 bahwa Satpol PP diperintahkan Kepala Daerah untuk melaksanakan peraturan daerah.

“Jadi bukan hanya meminimalisir kasus Yuyun dan instruksi darurat kejahatan seksual, maraknya peredaran miras ini menjadi awal mula kejahatan seksual yang marak diberitakan belakangan ini,”tegasnya.

Kedepan, pihaknya akan intens melakukan razia, dan menyisir setiap sudut Kota Palembang, untuk memberantas peredaran miras, terutama tuak yang saat ini sedang menjamur.”Kita akan sisir setiap sudut Kota Palembang. Karena Walikota juga minta agar tidak ada lagi peredaran miras di Palembang secara bebas,”ujarnya.

Walikota Palembang Harnojoyo, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang, untuk mengambil pelajaran dari kasus Yuyun siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Satu Atap Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, agar tidak terjadi di Palembang.

“Melihat dari kejadian kasus Yuyun di Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, tidak hanya dapat dilihat dari kemiskinan dan peran serta orang tua dalam menjaga anak. Tetapi, ini adalah persoalan Pemerintah,
yang harus disikapi, agar tidak terjadi lagi,”urainya.

Harmojoyo juga menyampaikan, menjamurnya penjual minuman keras, tidak dapat dilepaskan dari kekerasan seksual yang menimpa anak-anak. Dimana, terlalu bebasnya penjual minuman jenis tuak, membuka peluang lebar tragedi kejadian Yuyun.

“Jika selama ini kita hanya fokus terhadap penjual minuman mengandung alkohol di Minimarket dan Supermarket saja. Ternyata, ada persoalan serius yang menjadi penyebab kasus kekerasan seksual, yang ditimbulkan dari bebas beredarnya penjual minuman keras jenis tuak dengan harga terjangkau,”tukasanya.(Supardi)

Komentar

Berita Lainnya