oleh

Buka Peluang Usaha, Belasan IRT di Lahat Tekuni Budidaya Jamur Tiram

LAHAT – Belasan Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan mulai melirik usaha budidaya jamur.

Selain terbukanya pasar, budidaya jamur tiram sendiri bisa dilakukan di lingkungan rumah atau desa. Tak hanya itu, usaha jamur tiram sangat menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Tekad dan keseriusan belasan IRT warga Desa Kebur kini langsung mendapatkan perhatian pihak Priamanaya Group.

Belasan warga pembudidaya jamur tiram sendiri diajak studi banding ke UMKM jamur tiram milik Sri Hastuti yang berada di Tanjung Enim.

“Ya sebelumnya kita dibingungkan apa usaha yang bisa kita buka untuk membantu perekonomian keluarga. Hingga muncul ide untuk membudidayakan jamur tiram,” ujar Lidya, Koordinator UMKM Desa Kebur, saat dibincangi, Selasa (31/5/2022).

Ia menegaskan dirinya sangat yakin UMKM yang digeluti belasan IRT tersebut akan menuai hasil.

“Selain kini sudah memahami cara membudidaya, jamur ini juga punya pasar tersendiri,” jelasnya

Hal tersebut menjadi motivasi dan dukungan bagi pihaknya untuk membuka usaha jamur tiram.

Ia menjelaskan, UMKM Jamur Tiram milik Sri Hastuti sudah berstatus mandiri dan kini sudah berbuah hasil.

Berkat kesabaran dan tekad yang kuat untuk maju, kata dia usaha budi daya jamur tiram sudah dilakoninya dari tahun 2016 dan awalnya merupakan UMKM Jamur Tiram kelas pemula.

“Dengan ketekunan dan implementasi program pembinaan UMKM yang dilakukan melalui pelatihan, pendampingan dan fasilitasi akses pasar sehingga mampu naik kelas menjadi UMKM Mandiri,” sampainya.

Dept Head CSR & External Relations, Agung Dwi Anggoro mengatakan, ada 12 pelaku ekonomi sektor riil yang diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Tanjung Enim dengan difasilitasi oleh Priamanaya Group.

“Kami mengirim pelaku ekonomi Desa Kebur itu untuk melihat dari dekat UMKM Jamur Tiram yang berhasil dikembangkan para UMKM binaan CSR PAMA di Tanjung Enim,” katanya.

Ditambahkanya, setelah memperoleh perbandingan, ilmu yang didapat bisa dikembangkan di Desa Kebur dan sekitarnya.

Keseriusan menjadi syarat utama bagi mereka yang akan menggeluti jenis usaha yang dikembangkan tersebut.

“Jika ini bisa dilakukan dengan baik, maka tujuan perusahaan dalam penguatan perekonomian masyarakat akan tercapai,” pungkas Agung. (sfr)

Komentar

Berita Lainnya