oleh

Budikdamber Cocok di Lahan Sempit

PALEMBANG – Memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya ikan lele manambah aktifitas di rumah tetap produktif, terlebih dimasa pandemi seperti sekarang ini.

Jeli dalam melihat peluang bisa jadi mendulang keuntungan besar. Sepertihalnya memanfaatkan lahan sempit di halaman belakang rumah untuk budidaya lele.

Budidaya lele umumnya dilakukan dengan media kolam terpal atau kolam tanah. Namun kini orang-orang mulai melakukan budidaya lele di dalam ember. Secara umum disebut juga Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber).

Budidaya ikan dalam ember ini cocok untuk memanfaatkan lahan sempit. Lebih tepatnya untuk daerah perkotaan dimana lahan-lahan sudah terbatas, tidak ada pilihan lain manfaatkan lahan seadanya.

Sebagai penyalur hobi dan mengisi waktu luang juga ternyata sangat bagus dalam pemenuhan ikan lele yang lebih sehat dan tidak mengandung kontaminasi bahan yang berbahaya.

Budidaya ikan lele menggunakan media ember yaitu untuk keperluan konsumsi terkecil di dunia.

Sebelum memulai, pastikan Anda mempersiapkan peralatan dan kebutuhan berikut ini:
1. Siapkan ember 80 liter atau berdiameter 50 cm.
2. Bibit ikan lele.
3. Strimin/penutup (boleh menggunakan apa saja).

Cara budidaya lele dalam ember ialah sebagai berikut:

  1. Lubangi ember di bagian bawah samping untuk saluran pembuangan. Saluran tersebut bisa juga Anda aplikasikan kran air untuk mempermudah pembuangan.

  1. Isilah ember dengan air. Namun, air yang diisikan jangan terlalu penuh. Tujuannya agar ikan lele bisa mengambil udara dengan baik.

  1. Biarkanlah air selama 3 hari agar tidak terlalu asam. Jika air terlalu asam, tambahkanlah garam dapur setengah sendok makan. Dengan begitu, air akan memiliki pH yang netral.

  1. Masukkan benih ikan lele sebanyak 60 ekor untuk jumlah maksimum ukuran ember.

  1. Untuk sirkulasi air, berilah filter akuarium. Selain itu, filter juga akan menjamin ketersediaan oksigen yang cukup untuk lele tersebut.

6.Gunakanlah strimin/penutup lain menutup ember agar ikan lele tidak loncat.

  1. Pastikan ember ditaruh di lahan kosong yang mendapatkan sinar matahari (tidak perlu luas).

8. Jangan lupa memulai dan mengakhiri dengan do’a serta tekuni secara serius. (Int)

Komentar

Berita Lainnya