pemkab muba
Agri Farming

Benih TSS Bawang Merah Berpotensi Pacu Hasil Produksi

263
×

Benih TSS Bawang Merah Berpotensi Pacu Hasil Produksi

Sebarkan artikel ini
inv_0329dbe2-7b26-4ca3-8e9b-d20ab092570c_788_788
pemkab muba pemkab muba

PALEMBANG – Kementerian Pertanian terus mendorong penggunaan benih bawang merah TSS (True Seed Shallots) untuk meningkatkan produktivitas dan profit petani bawang merah. Oleh karena itu, dana APBN 2021 akan dialokasikan untuk mendukung produksi bawang merah di seluruh Indonesia dengan total luas lahan sekitar 3.900 hektare.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha ketika menjadi narasumber bimbingan teknis (Bimtek) secara daring untuk petani, penyuluh, dan penggiat pertanian,

“Pengembangan TSS nasional sebenarnya telah diinisiasi sejak 2018. Kemudian pada tahun 2021 dilakukan pengembangan TSS di lahan seluas 915 hektare di 26 kabupaten. Hasil evaluasi penanaman bawang TSS cukup baik dan berhasil,” papar Tommy seperti dikutip dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

TSS merupakan inovasi baru yang sudah berhasil dikembangkan, tetapi hingga saat ini masih banyak petani yang ragu untuk mencoba budidaya bawang merah dengan TSS. Oleh karena itu, Tommy menilai perlu ada sosialisasi untuk mengenalkan TSS lebih dekat pada petani sehingga mereka bisa percaya dan berani untuk menggunakannya.

“Sosialisasi TSS ini penting karena bawang merah umbi harganya cukup mahal dan ketersediaannya terbatas. TSS bisa hadir untuk meningkatkan produksi bawang merah dalam negeri. Mudah-mudahan sosialisasi ini dapat meningkatkan keberanian dan kepercayaan petani untuk budidaya bawang merah TSS,” jelas Tommy.

Upaya peningkatan bawang merah dengan benih TSS sejalan dengan program jangka panjang Gerakan Dorong Produksi Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura (Gedor Horti). Pengembangan budidaya bawang merah secara nasional akan dilakukan berbasis Kampung Bawang, di mana program tersebut termasuk bagian Kampung Hortikultura.

“Kampung Hortikultura ini bertujuan agar kita memiliki daerah yang menjadi sumber budidaya hortikultura yang terkonsentrasi. Kenapa perlu terkonsentrasi? Yakni untuk memudahkan akses pasarnya,” tutur Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto.

Salah satu perusahaan yang sudah menggunakan benih bawang merah TSS adalah PT EWINDO. Keputusan untuk mengembangkan bawang merah TSS disebabkan oleh pertimbangan mereka di mana petani tidak bisa menggunakan benih dari umbi untuk meningkatkan produksi.

Bawang merah yang dihasilkan dari budidaya benih biji TSS memiliki proses yang tinggi untuk diekspor. Pemilik PT Binagloria Enterprindo, Willy Agusman mengatakan bahwa bawang merah dari benih TSS hampir 90 persen bisa diekspor. (Tani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *