oleh

Agya Hantam Vixion, Dua Beranak Dilarikan ke RSUD Bangka Tengah

AIR GEGAS – Sebuah kendaraan roda empat, Toyota Agya terperosok ke dalam parit di bahu jalan raya Desa Nangka, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan usai terlibat lakalantas dengan kendaraan roda dua jenis Yamaha merk Vixion pada Selasa (1/9/2020) sore.

Akibat insiden ini, pengendara Vixion Nopol BN 3328 VP, Yahya (35), warga Desa Nangka yang membonceng anaknya Yoyo (10) menderita luka yang cukup serius yang menyebabkan keduanya harus dilarikan ke puskesmas setempat untuk menerima perawatan.

Sementara, pengendara Toyota Agya dengan Nopol BN 1428 PD, Nurul Hidayat (23) asal Jl Ampera Toboali tidak mengalami luka sedikitpun. Hanya saja, dia mengalami trauma akibat dari lakalantas tersebut. Begitu juga penumpangnya Reni Purnama (27) warga Kelurahan Pintuair, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkal Pinang dan Mega Vanesa (26) asal Kelurahan Kampak, Kecamatan Gerungang, Kota Pangkal Pinang yang juga tidak menderita luka sedikitpun.

Namun, kedua wanita yang bekerja sebagai Sales Indovision itu diketahui juga mengalami sedikit trauma. Kapolres Basel AKBP Agus Siswanto melalui Wakapolres Kompol Sarwo Edi Wibowo membenarkan insiden lakalantas tersebut.

Diceritakannya, kejadian bermula pada saat Nurul Hidayat bersama dua rekan perempuan itu mengendarai mobil dari arah Koba hendak ke arah Airgegas. Kemudian pada saat melintasi di Jl Raya Desa Nangka, tiba-tiba muncul kendaraan Yamaha Vixion yang dikendarai oleh Yahya yang membonceng anaknya Yoyo dari arah berlawanan. Lantas, kendaraan roda dua ini berbelok ke arah kanan jalan di Desa Nangka sehingga terjadi kecelakaan.

“Jadi Nurul yang berada di belakang motor Vixion ini tidak dapat menghentikan laju kendaraannya sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari. Atas kejadian ini Yahya dan anaknya terpaksa dilarikan ke RSUD Bateng di Koba karena menderita luka yang cukup serius,” jelasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP di lapangan, Sarwo Edi mengatakan, terjadinya peristiwa lakalantas ini dikarenakan kurang waspada dan berhati-hati dalam mengendarai kendaraan. Ditambah situasi jalan tikungan dan jurang tersebut ramai.

“Dimungkinkan pengendara motor tidak memperhatikan kiri kanan dan arah depan sehingga mengakibatkan laka lantas. Jadi ke depan perlu dilakukan sosialisasi berkala terkait seringnya terjadi laka lantas di wilayah hukum Air Gegas,” pungkas Sarwo Edi. (Devi)

Komentar

Berita Lainnya