oleh

Agar Keringat Nelayan tak Bergantung Tengkulak, Jual Ikan di Pangkalpinang

* Pengusaha Ikan Sungailiat Kekurangan Stok

SUNGAILIAT – Bagi pengusaha ikan tangkap, stok ikan sangat mempengaruhi pendapatan. Kekurangan stok ikan berhimbas kepada omset penjualan serta income.

Seperti disampaikan Hairulah salah satu pengusaha ikan Sungailiat, juga menjabat sebagai penasehat komunitas Pengusaha Nelayan, Jumat ( 19/3/2021) pagi di Sungailiat.

Pengakuan Hairullah kurangnya stok ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, lantaran sejumlah nelayan menjual ikan hasil tangkapan ke Pelabuhan Pangkalpinang.

“Salah satu penyebab berkurangnya stok ikan di PPN Sungailiat, nelayan kita menjual hasil tangkapan ikannya ke Pelabuhan Pangkalpinang. Nelayan bilang mendingan bokar disana (Pangkalpinang – red) muaranya tidak dangkal. Kalau jual di PPN Sungailiat muara dangkal ada waktu tertentu bisa masuk pelabuhan nelayan tidak mau berisik,” jelasnya.

Banyaknya stok ikan disuatu tempat, berdampak kepada tempat yang lain.

“Jadi rata – rata pengusaha ikan Sungailiat jual ikannya ke Pangkalpinang juga, karena peluang pasar terbesar ada disana. bayangkan kalau tempat jual kita stok ikannya banyak, sudah pasti para tengkulak akan kesana membeli ikan. Nah kita di PPN Sungailiat begitu tengkulak tanya ikan, kita bilang perahu tidak bisa masuk karena muara dangkal, kondisi ini sudah sering otomatis langgan kita pergi,” tambahnya.

Ditanya apakah ada pengaruh mahalnya harga timah, sawit dengan penjualan ikan?

“Kalau soal mahalnya timah dan sawit ada juga pengaruhnya, akan tetapi kami ini berharap kepada tengkulak. Jika stok ikan banyak kami bisa jual tengkulak dan sebagian kami jual ke Pangkalpinang. Nah sekarang stok ikan kami tidak setabil, kadang banyak kadang sedikit lantaran perahu nelayan malas masuk PPN Sungailiat karena kendala muara,” jawab Hairullah.

Sementara itu, kepala PPN Sungailiat Anom Tofani saat ditemui Beritamusi.co.id diruang kerjanya mengatakan PPN teritorialnya tidak sampai kemulut muara.

“Masalah muara dangkal ini, PPN Sungailiat bukan tidak merespon akan tetapi secara teritorial PPN tidak sampai kemulut muara. Namun saya selalu kepala sudah mengirim surat ke pusat mengenai hal tersebut. Tidak hanya itu jika kita bangun didalam muara ya timbul tanda tanya nelayan, kenapa bangun didalam muara sedangkan muara dangkal, tahun ini juga kita kirim surat lagi,” ujarnya.

Terpisah Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ) Kabupaten Bangka terpilih, Lukman, Spd saat dihubungi melalui pesan elektronik WhasApp ( WA ) menyampaikan tidak percaya lagi dengan pihak pengelola muara.

“Iya betul sekali bahkan mereka ( Nelayan – red ) sudah ada yang mau demo, tapi kami tahan dulu karena percuma sudah berapa kali masyarakat demo. ini kita HNSI sudah bersikap tidak percaya lagi dengan pulo mas. Itu sudah saya sampaikan pada saat rapat di kecamatan tempo hari. Hasil rapatnya ada di saya kalau mau lihat,” tulisnya. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya